Pameran Tugas Akhir ITS Tampilkan 70 Karya Desain Interior, Usung Konsep Smart Office hingga Fasilitas Publik

Suasana pameran berbagai karya Tugas Akhir (TA) di Departemen Desain Interior ITS. (Humas ITS)

INVESTORJATIM.COM — Departemen Desain Interior Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menggelar pameran tugas akhir (TA) yang menampilkan hampir 70 karya mahasiswa tingkat akhir. Pameran tersebut menjadi ajang bagi mahasiswa mempresentasikan hasil riset dan rancangan desain sebelum menjalani sidang kelulusan.

Beragam karya yang dipamerkan mencakup desain interior berbagai fasilitas publik dan komersial, mulai dari perpustakaan, perkantoran, rumah sakit, sekolah, museum, pasar, hotel, transportasi, aula, hingga kawasan perumahan.

Kepala Departemen Desain Interior ITS Anggra Ayu Rucitra mengatakan pameran tersebut merupakan bagian dari tahapan akademik yang wajib diikuti mahasiswa. Menurutnya, tugas akhir mahasiswa tidak hanya berfokus pada aspek estetika, tetapi juga diawali dengan riset lapangan untuk memahami kebutuhan pengguna dan karakter ruang yang akan dirancang.

“Mahasiswa harus melakukan studi analisis langsung di lapangan sebelum merumuskan konsep desain yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hasil akhirnya tidak hanya berupa laporan, tetapi juga visualisasi desain yang dapat dipahami masyarakat,” ujarnya seperti pada rilisnya, Selasa, 14/7/2026.

Baca Juga:  Terbitlah Terbang. Petani Kampung Hidroponik Surabaya Bahagia Berkat Ide Emas Mahasiswa ITS

Anggra menambahkan, penyelenggaraan pameran menjadi sarana untuk mengkomunikasikan gagasan dan solusi desain kepada publik. Dengan membuka akses bagi masyarakat umum, mahasiswa memperoleh kesempatan menerima apresiasi sekaligus masukan terhadap karya yang telah dikembangkan selama satu semester.

Sementara itu, Koordinator Pameran Tugas Akhir Caesario Ari Budianto menjelaskan bahwa tema pameran setiap tahun selalu berbeda. Pada tahun ini, karya mahasiswa dikelompokkan berdasarkan kategori fasilitas yang menjadi objek perancangannya sehingga pengunjung lebih mudah mengeksplorasi berbagai konsep desain yang ditawarkan.

“Mahasiswa diberikan kebebasan memilih objek sesuai minatnya, sehingga muncul beragam pendekatan desain yang inovatif,” katanya.

Salah satu karya yang menjadi perhatian pengunjung berasal dari mahasiswa Amalia Firda Az-Zahra yang merancang interior Kantor Kebudayaan Kabupaten Gunungkidul. Desain tersebut mengusung konsep smart office yang dipadukan dengan kearifan lokal melalui penerapan motif Batik Walang sebagai identitas visual ruang.

Firda juga mengadaptasi tata ruang tradisional Jawa ke dalam pembagian zona kantor, mulai dari pendapa, pringgitan, ndalem, hingga sentong. Konsep tersebut dipadukan dengan penggunaan furnitur modular dan sekat ruang fleksibel untuk menciptakan lingkungan kerja yang adaptif dan efisien.

Baca Juga:  Swiss-Belinn Manyar Surabaya Gandeng Munca Workshop Gelar Fluffy Chunky Bag Workshop, Dorong Ekosistem Industri Kreatif

Menurut ITS, pameran ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik, tetapi juga menunjukkan bagaimana desain interior dapat memberikan solusi terhadap kebutuhan ruang yang fungsional, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengguna.

Melalui karya-karya tersebut, ITS berharap dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang mampu menghadirkan inovasi bagi sektor kreatif sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat mengenai pendidikan berkualitas melalui implementasi pembelajaran berbasis riset dan karya nyata.(Onny)

Komentar