
INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia semakin agresif memperkuat penguasaan teknologi maritim nasional melalui kolaborasi riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mempercepat kemandirian teknologi sekaligus meningkatkan daya saing industri perkapalan Indonesia di tengah semakin ketatnya persaingan global. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) atau Perjanjian Kerahasiaan di Surabaya, Senin (14/7/2026).
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia Briljan Gazalba bersama Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN Teguh Muttaqie. Melalui kerja sama ini, pemerintah diharapkan berperan sebagai regulator sekaligus fasilitator dalam membangun kebijakan dan ekosistem inovasi bagi industri strategis nasional.

Kolaborasi tersebut menjadi implementasi konsep Triple Helix yang memperkuat sinergi antara industri, pemerintah, dan lembaga riset. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi berkelanjutan, meningkatkan daya saing industri nasional, serta memperkuat ekosistem riset dan inovasi Indonesia.
Briljan mengatakan penguasaan teknologi merupakan faktor utama dalam memperkuat daya saing industri maritim nasional. Menurutnya, teknologi hidrodinamika memiliki peran penting untuk meningkatkan performa, efisiensi, dan keandalan berbagai platform maritim, termasuk teknologi sistem bawah air.
“Kolaborasi dengan BRIN menjadi langkah strategis untuk memperkuat penguasaan teknologi hidrodinamika dan sistem bawah air, sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang meningkatkan daya saing industri nasional. Ini juga sejalan dengan visi PT PAL menjadi pusat teknologi pertahanan dan maritim nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN Dadan Moh. Nurjaman menilai kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat hilirisasi hasil riset nasional agar dapat dimanfaatkan oleh industri strategis.
“Kerja sama ini menjadi wujud komitmen BRIN dalam mendorong hilirisasi hasil riset untuk menjawab kebutuhan industri strategis nasional. Sinergi dengan PT PAL diharapkan dapat mempercepat pengembangan teknologi maritim yang berdaya saing dan mendukung kemandirian bangsa,” katanya.
Perjanjian Kerahasiaan tersebut menjadi landasan bagi PT PAL Indonesia dan BRIN untuk melakukan pertukaran informasi, pembahasan teknis, serta menjajaki berbagai program penelitian dan pengembangan yang memerlukan perlindungan terhadap informasi strategis. Kolaborasi ini diharapkan menjadi awal lahirnya inovasi teknologi maritim yang mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai negara maritim dengan industri perkapalan yang semakin mandiri dan kompetitif. (Onny)








Komentar