Transaksi Misi Dagang Jatim-Riau Tembus Rp1,06 Triliun, Penjualan Produk Jatim Dominan

Istimewa

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mencatatkan kinerja positif dalam memperkuat perdagangan antardaerah. Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Riau berhasil membukukan komitmen transaksi senilai Rp1,066 triliun.

Kegiatan yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu berlangsung di Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu (8/7). Nilai transaksi tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan misi dagang serupa pada 2020 yang mencatatkan komitmen perdagangan sebesar Rp362,12 miliar.

Khofifah mengatakan, capaian tersebut menunjukkan semakin eratnya hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Riau, sekaligus meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap potensi perdagangan antardaerah.

“Misi dagang ini kami bangun untuk memperkuat kemitraan antarprovinsi. Semangatnya adalah tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama,” ujar Khofifah dalam keterangan resmi, Kamis (9/7/2026).

Menurutnya, misi dagang tidak hanya menjadi ajang mempertemukan penjual dan pembeli, tetapi juga membuka peluang kerja sama bisnis jangka panjang yang saling menguntungkan bagi kedua daerah.

Dari total komitmen transaksi Rp1,066 triliun, penjualan produk asal Jawa Timur mencapai Rp704,88 miliar, sedangkan pembelian komoditas dari Provinsi Riau tercatat sebesar Rp361,15 miliar.

Baca Juga:  Konsumsi Listrik Jatim Tumbuh 4,4%, PLN UID Jawa Timur Raup Pendapatan Rp48,7 Triliun

Komoditas unggulan Jawa Timur yang dipasarkan meliputi olahan daging unggas dan sapi, susu, beras, cabai, bawang merah, pupuk, benur, pakan ikan, kopi green bean, hasil perikanan, hingga berbagai bahan baku industri.

Sementara itu, Jawa Timur memperoleh pasokan sejumlah komoditas strategis dari Riau, seperti pulp, udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, serta sirip teripang kering yang dibutuhkan sebagai bahan baku industri.

Khofifah mengakui kebutuhan pulp yang cukup besar membuat Jawa Timur masih mengalami defisit perdagangan dengan Riau. Namun, kondisi tersebut dinilai menjadi peluang untuk memperkuat hubungan dagang yang lebih seimbang pada masa mendatang.

“Hal ini menunjukkan adanya saling melengkapi antara kedua daerah. Ke depan kami berharap volume perdagangan dua arah terus meningkat,” katanya.

Sejumlah transaksi bernilai besar tercatat dalam agenda business matching tersebut. Di antaranya kerja sama PT Kharim Mandiri Indonesia dengan PT Unggas Riau Perkasa senilai Rp202,19 miliar per tahun. Selain itu, PT Ayo Tani menjalin transaksi lebih dari Rp209 miliar dengan mitra usaha di Pekanbaru untuk komoditas pangan strategis.

Baca Juga:  Hipmi Jatim dan Kadin Perkuat Kerja Sama Perdagangan dengan Thailand

Selain sektor pangan, transaksi juga terjadi pada sektor perikanan, pupuk, peternakan, hingga bahan baku industri yang melibatkan pelaku usaha dari Kediri, Sidoarjo, Gresik, Trenggalek, Surabaya, Sumenep, serta sejumlah kabupaten di Provinsi Riau.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memaparkan kondisi ekonomi Jawa Timur yang masih tumbuh positif. Pada triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96% secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Jawa Timur juga tercatat sebagai kontributor terbesar kedua terhadap perekonomian Pulau Jawa dengan pangsa 25,16%, serta menyumbang 14,40% terhadap perekonomian nasional.

Secara kumulatif, sejak 2019 hingga 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menyelenggarakan 52 misi dagang antardaerah. Seluruh kegiatan tersebut menghasilkan komitmen transaksi mencapai Rp40,21 triliun dari 2.250 transaksi yang melibatkan lebih dari 2.600 pelaku usaha.

Khofifah berharap seluruh komitmen yang telah disepakati dalam Misi Dagang Jawa Timur-Riau dapat segera direalisasikan menjadi kerja sama bisnis yang berkelanjutan, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat ketahanan perdagangan domestik kedua provinsi.(Onny)

Baca Juga:  Khofifah: Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Buktikan Budaya Lokal Mampu Tembus Pasar Global

Komentar