
INVESTORJATIM.COM — Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mendorong penguatan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta percepatan digitalisasi tata kelola PKK saat melakukan Monitoring dan Pembinaan 10 Program Pokok PKK di Kota Pasuruan.
Dalam kegiatan tersebut, Arumi menegaskan bahwa agenda monitoring tidak hanya berfokus pada pemeriksaan administrasi, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi implementasi program sekaligus memperkuat koordinasi antar kelompok kerja (Pokja) PKK agar selaras dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar berorientasi pada potensi daerah, baik dari sisi sumber daya alam maupun sumber daya manusia, serta mempertimbangkan efektivitas penggunaan anggaran.
“Kehadiran kami bukan sekadar formalitas memeriksa administrasi. Monitoring ini menjadi bentuk konsolidasi untuk mengetahui sejauh mana implementasi seluruh program TP PKK di Kota Pasuruan yang telah berjalan,” ujar Arumi, Jumat, 24/7/2026.
Ia menambahkan, PKK memiliki karakter yang adaptif dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat meskipun menghadapi keterbatasan anggaran. Karena itu, inovasi dan kolaborasi dinilai menjadi faktor penting agar target pembangunan dapat tercapai.
Arumi juga mengingatkan bahwa berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2017 dan Permendagri Nomor 36 Tahun 2020, PKK merupakan mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan hingga tingkat keluarga. Posisi tersebut menjadikan PKK bukan sekadar organisasi sosial, melainkan bagian dari ekosistem pembangunan daerah.
Untuk itu, ia meminta TP PKK Kota Pasuruan terus memperkuat kemitraan dengan OPD sehingga pelaksanaan program unggulan dapat berjalan lebih efektif.
Sejumlah program prioritas yang menjadi perhatian meliputi PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital) pada Pokja I, GELARI PELANGI (Gerakan Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi) pada Pokja II, hingga KETAPANG MAS, GEMAS SANLOKA, dan REHARTA BERSERI yang dijalankan Pokja III.
Sementara itu, Pokja IV diarahkan untuk memperkuat program Keluarga Sehat Tanggap Tangguh Bencana yang berfokus pada percepatan penurunan stunting menuju target zero new stunting.
Selain penguatan program, Arumi menekankan pentingnya transformasi digital dalam tata kelola organisasi. Ia meminta seluruh kader PKK di Jawa Timur mampu memanfaatkan teknologi informasi, termasuk penerapan sistem pendataan berbasis digital hingga tingkat dasawisma.
“Saya minta kader PKK tidak boleh gagap teknologi. Tertib data harus berbasis digital sampai ke tingkat dasawisma. Program unggulan juga tidak boleh berhenti di tingkat kota, tetapi harus benar-benar dirasakan hingga desa, kelurahan, bahkan kelompok dasawisma sebagai ujung tombak kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di akhir kunjungan, Arumi mengapresiasi keselarasan program TP PKK Kota Pasuruan dengan agenda pembangunan Pemerintah Kota Pasuruan. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sekaligus mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan yang terintegrasi dari tingkat provinsi hingga keluarga.(Onny)








Komentar