Pakuwon Group Bangun Beverly Square Tahap II, Bidik Permintaan Ruko di Pakuwon City

Beverly Square tahap kedua dikembangkan di atas lahan seluas 4.400 meter persegi dengan total 41 unit ruko dua lantai.

SURABAYA, INVESTORJATIM.COM — Optimisme pelaku usaha terhadap prospek properti komersial di kawasan hunian premium kembali tercermin dari langkah Pakuwon Group. Setelah mencatatkan penjualan penuh Beverly Shopping Arcade pada 2024, pengembang properti nasional ini melanjutkan ekspansi dengan menghadirkan Beverly Square tahap kedua di Pakuwon City, Surabaya Timur, menyasar tingginya permintaan ruko yang ditopang captive market kawasan.

Beverly Square tahap kedua dikembangkan di atas lahan seluas 4.400 meter persegi dengan total 41 unit ruko dua lantai. Kawasan ini berlokasi strategis, bersebelahan langsung dengan Hokky Supermarket, dan terintegrasi dengan kawasan hunian Pakuwon City yang mengusung konsep lifestyle business urban.

Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, mengatakan pengembangan tahap kedua ini merupakan respons langsung atas antusiasme pasar terhadap produk komersial di kawasan tersebut. Keberhasilan Beverly Shopping Arcade yang terjual habis dan telah sepenuhnya beroperasi menjadi sinyal kuat keberlanjutan permintaan.

“Setelah sukses penjualan Beverly Shopping Arcade pada 2024, kami kembali menghadirkan Beverly Square tahap kedua dengan lokasi yang sangat strategis, tepat di samping Hokky Supermarket,” ujar Sutandi di sela Groundbreaking Ceremony Beverly Square, Jumat (23/1/2026).

Ruko Beverly Square tahap kedua dipasarkan dengan kisaran harga Rp2 miliar hingga Rp3 miliar per unit. Produk ini menyasar pelaku usaha dan investor yang mengincar kawasan siap huni dengan potensi pasar langsung. Sutandi menambahkan, seluruh unit ditargetkan dapat diserahterimakan pada akhir tahun ini sehingga pembeli bisa segera mengoperasikan bisnis.

Baca Juga:  Inflasi Jawa Timur Naik 0,17% pada November, Tomat dan Emas Perhiasan Jadi Pendorong Utama

“Kawasan ini kami kembangkan karena pada tahap pertama peminatnya sangat tinggi. Saat ini sudah jarang ruko yang berada di dalam satu kawasan perumahan besar dengan pasar yang sudah terbentuk,” katanya.

Pakuwon City menjadi daya tarik utama karena dihuni lebih dari 15 ribu kepala keluarga yang berperan sebagai captive market. Selain itu, kawasan ini juga diperkuat oleh sejumlah apartemen yang telah terserap pasar, seperti Amor, East Coast, dan Educity yang telah terjual habis dan dihuni, serta Bella yang penjualannya telah mencapai sekitar 80%.

Kawasan ini juga dilengkapi lima institusi pendidikan, sehingga memperluas potensi pasar bagi pelaku usaha di sektor ritel, jasa, dan gaya hidup. “Ini menciptakan ekosistem bisnis yang sangat kuat,” ujar Sutandi.

Dari sisi pembiayaan, Pakuwon Group menggandeng PT Bank Central Asia Tbk. (BCA). Sekitar 80% pembeli Beverly Square tercatat merupakan nasabah BCA. Sutandi mengapresiasi dukungan perbankan yang dinilai turut mendorong penyerapan pasar.

Meski mengakui adanya tekanan daya beli sejak pertengahan 2024 akibat ketidakpastian global, termasuk perang tarif, Sutandi menilai kondisi ekonomi mulai membaik seiring pencairan anggaran pemerintah ke sektor perbankan menjelang akhir 2025.

Baca Juga:  Mangrove Jadi “Tameng Hijau” Pelabuhan, TPS Buktikan Operasi Bisa Tetap Ngebut Tanpa Rusak Lingkungan

“Kami melihat pemulihan mulai terasa, terutama pada Desember 2025 saat sektor ritel mencatat kenaikan signifikan. Kami optimistis pasar properti akan memasuki fase booming pada 2026,” ujarnya.

Menurutnya, harga ruko di Pakuwon City yang masih berada di level Rp2 miliar menjadi peluang menarik bagi investor, terlebih dengan berlanjutnya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga akhir tahun ini. Penguatan dolar AS juga dinilai justru menjadi momentum beli karena harga properti berpotensi naik ke depan.

“Saya yakin Beverly Square akan terserap pasar, bahkan sebelum akhir tahun sudah sold out,” katanya.

General Manager Marketing Pakuwon Group, Liliani Harsono, menambahkan bahwa Beverly Square tahap pertama yang terdiri dari 50 unit ruko tiga lantai dengan harga Rp5 miliar–Rp6 miliar telah terjual habis. Untuk tahap kedua, dari total 41 unit ruko dua lantai, sekitar 50% telah terjual.

“Repeat buyer mencapai 50%. Banyak pelanggan loyal yang langsung mengambil unit tahap kedua,” ujarnya.

Beverly Square dirancang dengan konsep dua lantai, dilengkapi sitting area selebar tiga meter, premium canopy, serta area parkir langsung di depan unit. Desain ini menyasar berbagai segmen usaha, mulai dari restoran dan kafe, studio yoga dan pilates, klinik estetika, bakery, hingga showroom dan perbankan.

Baca Juga:  TPS Salurkan Kendaraan Operasional, Perkuat Bank Sampah Berbasis Komunitas di Surabaya

Ke depan, Pakuwon Group juga telah menyiapkan pengembangan tahap ketiga dengan jumlah unit yang relatif sama seiring ketersediaan lahan.

Selama periode Groundbreaking Ceremony, Pakuwon Group menawarkan sejumlah promo, antara lain harga launching mulai Rp2 miliar, bebas biaya KPR, BPHTB, PPN hingga Rp220 juta, serta program Imlek Lucky Angpao untuk pembelian pada 25 Januari–22 Februari 2026.

Vice President of Consumer Loan BCA K3S Surabaya, Meliani Tjondro, menyampaikan dukungan pembiayaan melalui fasilitas KPR BCA dengan bunga mulai 2,49%, uang muka 10%, bebas biaya KPR dan BPHTB, serta tenor hingga 20 tahun.

“Kami optimistis pertumbuhan kredit pada 2026 akan terus meningkat melalui kolaborasi dengan pengembang terpercaya seperti Pakuwon Group,” ujarnya. (Onny)

Komentar