SURABAYA, INVESTORJATIM.COM – Komitmen keberlanjutan tak lagi sebatas wacana di ruang rapat. Di tengah dorongan praktik bisnis yang semakin bertanggung jawab, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mempertegas langkahnya dengan aksi konkret di tingkat komunitas. Anak usaha dari Pelindo Terminal Petikemas ini menyerahkan kendaraan operasional kepada Bank Sampah “Gotong Royong” RW 03 Kelurahan Perak Barat, Surabaya, sebagai bagian dari penguatan implementasi prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).
Bantuan kendaraan pengangkut sampah tersebut menjadi hasil kolaborasi TPS bersama para pengguna jasa melalui kegiatan Fun Trekking Move with Purpose dalam rangka HUT ke-26 TPS pada 2025. Dalam kegiatan itu, setiap kilometer yang ditempuh peserta dikonversi menjadi dana yang kemudian dialokasikan untuk program pelestarian lingkungan.
Melalui inisiatif bertajuk TPS ESG Journey with Customer, dukungan tersebut dihadirkan dalam bentuk fasilitas nyata yang berdampak langsung bagi warga. Kehadiran kendaraan operasional diharapkan mempermudah proses pengumpulan sampah terpilah dari rumah ke rumah, memperluas jangkauan layanan penjemputan, serta memperlancar distribusi ke gudang penyimpanan.

Dengan operasional yang lebih optimal, Bank Sampah Gotong Royong ditargetkan mampu meningkatkan volume pengelolaan sampah terpilah sekaligus memperbesar nilai ekonomi yang dihasilkan masyarakat dari aktivitas daur ulang.
Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya pada pilar lingkungan.
“Penyerahan kendaraan operasional ini menjadi kelanjutan dari semangat ESG Journey yang kami bangun bersama pelanggan dan pemangku kepentingan. Kami berharap fasilitas ini memperkuat kapasitas Bank Sampah Gotong Royong sebagai ruang bertumbuh sekaligus ruang kolaborasi menuju pengelolaan sampah yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Selasa (24/2/2026).
Ia menambahkan, setiap rangkaian ESG Journey dirancang tidak berhenti sebagai simbol komitmen, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh lingkungan dan masyarakat sekitar pelabuhan.
Bank Sampah Gotong Royong sendiri diinisiasi sejak 2024 melalui dialog partisipatif antara TPS dan warga. Program ini diperkuat melalui penyediaan gudang, alat pres, pelatihan pengelolaan sampah, hingga integrasi dengan aplikasi Sistem Kelola Sampah (SIKELAPA).
Melalui tambahan kendaraan operasional tersebut, pengelolaan sampah di RW 03 Perak Barat diharapkan semakin berkembang—tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Kolaborasi ini menjadi cerminan bahwa agenda ESG perusahaan dapat tumbuh dari kebersamaan dan menghasilkan dampak yang dirasakan bersama. (Onny)








Komentar