Tawarkan Ayam Panggang Rempah Nusantara, Roastinc Chicken Pilih Surabaya sebagai Titik Awal Ekspansi

Mengincar generasi Z, Roastinc Chicken taruh harapan besar di pasar Surabaya.

INVESTORJATIM.COM –Tren gaya hidup sehat yang semakin berkembang di kalangan masyarakat urban menjadi peluang bisnis yang dilirik pelaku usaha kuliner. Di tengah dominasi ayam goreng cepat saji, Roastinc Chicken hadir menawarkan konsep ayam panggang berbumbu rempah Indonesia dengan harga yang tetap terjangkau. Surabaya dipilih sebagai kota pertama pengembangan bisnis karena dinilai memiliki pasar kuliner yang besar sekaligus terbuka terhadap inovasi makanan baru. Gerai Roastinc pertama tersebut berlokasi di Jl Dharmawangsa No 82 Surabaya.

Direktur Utama Roastinc Chicken, Patricia Bella Olina, mengatakan konsep bisnis yang diusung perusahaan berangkat dari meningkatnya kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pola makan yang lebih sehat.

Menurutnya, ayam panggang menjadi alternatif menarik karena proses pengolahannya tidak melalui penggorengan sehingga dinilai lebih sehat. Keunggulan lainnya terletak pada penggunaan berbagai rempah khas Indonesia yang meresap ke dalam daging ayam dan menghasilkan cita rasa yang berbeda dibandingkan produk sejenis di pasaran.

Baca Juga:  IIMS Surabaya 2026 Lampaui Target, Kunjungan Tembus 36 Ribu Orang

“Potensinya sangat besar, terutama karena generasi Z saat ini semakin peduli terhadap kesehatan dan kualitas makanan yang mereka konsumsi,” ujar Patricia.

Finalis Puteri Indonesia 2023 tersebut mengungkapkan inspirasi bisnis ini muncul saat dirinya tinggal di Australia. Kala itu, ia melihat popularitas restoran ayam panggang bergaya Timur Tengah yang mengandalkan kekuatan rempah-rempah sebagai pembeda produk.

Direktur Utama Roastinc Chicken, Patricia Bella Olina.

Konsep tersebut kemudian diadaptasi dengan sentuhan lokal melalui penggunaan rempah Nusantara dan pilihan sambal yang lebih dekat dengan selera konsumen Indonesia.

“Kalau di Australia ada konsep roasted chicken yang terkenal dengan cita rasa Timur Tengah. Kami melihat Indonesia memiliki kekayaan rempah yang jauh lebih beragam, sehingga kami mencoba menghadirkan identitas rasa Indonesia melalui produk ini,” katanya, usai membuka gerai Roastinc, Sabtu (20/6/2016).

Dari sisi harga, Roastinc Chicken menyasar segmen pasar yang lebih luas. Produk ditawarkan mulai Rp23.000 per porsi, dengan pilihan pembelian mulai dari potongan ayam, seperempat ekor, setengah ekor hingga satu ekor utuh.

Baca Juga:  TPS Tebar Mangrove Tangguh di Pesisir Surabaya

Manager Operational Roastinc Chicken, Maulana Adiwara, mengatakan strategi harga tersebut diterapkan agar konsep ayam panggang yang selama ini identik dengan segmen menengah atas dapat dinikmati oleh lebih banyak kalangan.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman menikmati roasted chicken untuk pasar yang lebih luas. Jadi bukan hanya segmen B+ ke atas, tetapi juga masyarakat dengan daya beli yang lebih beragam,” ujarnya.

Proses roasting ayam dengan suhu 160 derajat

Gerai perdana Roastinc Chicken di Surabaya memiliki kapasitas sekitar 20 pelanggan dan saat ini masih memanfaatkan area lantai dasar. Manajemen akan mempertimbangkan penggunaan lantai dua apabila respons pasar menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Pada tahap awal operasional, perusahaan menargetkan penjualan sekitar 35 hingga 40 ekor ayam per hari. Pasokan ayam diperoleh dari mitra pemasok di Jawa Tengah dengan standar ukuran tertentu guna menjaga kualitas produk.

Untuk menjaga konsistensi rasa, proses produksi dilakukan melalui tahapan marinasi dan pemanggangan yang telah distandarkan. Persiapan dilakukan sejak awal sehingga saat pesanan datang, produk dapat disajikan lebih cepat kepada pelanggan.

Baca Juga:  TPS Salurkan Kendaraan Operasional, Perkuat Bank Sampah Berbasis Komunitas di Surabaya

Selain mengandalkan penjualan langsung di gerai, Roastinc Chicken juga mulai membuka kanal penjualan daring melalui platform layanan pesan antar makanan. Namun, perusahaan menegaskan fokus utama saat ini adalah membangun basis pelanggan dan memperkuat performa gerai pertama sebelum melakukan ekspansi yang lebih agresif.

Maulana mengatakan Surabaya masih menjadi fokus pengembangan bisnis dalam jangka pendek. Jika respons pasar sesuai harapan, perusahaan berencana membuka gerai tambahan di kawasan Surabaya dan sekitarnya sebelum memperluas jangkauan ke kota lain.

“Kami melihat potensi Surabaya masih sangat besar. Prioritas kami adalah memastikan model bisnis ini berhasil terlebih dahulu, kemudian baru melangkah ke ekspansi yang lebih luas,” katanya. (Onny)

Komentar