KKN Berdampak UM Gresik Dimulai di Mojokerto, Mahasiswa Siapkan Program Pemberdayaan Desa

Humas UM Gesik

INVESTORJATIM.COM – Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) kembali memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Reguler 2026. Kelompok 20 resmi memulai kegiatan pengabdian di Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Pembukaan KKN berlangsung di Balai Desa Bangeran dan menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah desa serta masyarakat dalam menjalankan berbagai program yang diharapkan memberikan manfaat nyata.

Kegiatan tersebut dihadiri mahasiswa KKN Berdampak Reguler Kelompok 20 UM Gresik, Kepala Desa Bangeran beserta perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan warga setempat.

Selain menjadi ajang perkenalan, pembukaan juga dimanfaatkan untuk menyampaikan program kerja yang akan dilaksanakan selama 40 hari masa pengabdian.

Kepala Desa Bangeran M. Al Adzim menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UM Gresik yang kembali menjadikan wilayah tersebut sebagai lokasi KKN. Pemerintah desa, kata dia, siap mendukung pelaksanaan program mahasiswa agar memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Kami menyambut dengan penuh suka cita kehadiran mahasiswa KKN UM Gresik di Desa Bangeran. Semoga kehadiran adik-adik mahasiswa mampu membawa ide-ide baru, berkolaborasi dengan masyarakat, serta menjadi bagian dari upaya membangun Desa Bangeran yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya dalam keterangan resminya dari rilis UM Gresik.

Baca Juga:  CIMB Niaga Perkuat Pendapatan Non-Bunga, Pertahankan Performa di Tengah Tekanan Margin

Sementara itu, Ketua Kelompok 20 KKN Berdampak UM Gresik Susilo Setyo memaparkan sejumlah program kerja yang telah disusun berdasarkan identifikasi potensi dan kebutuhan masyarakat Desa Bangeran.

Selama 40 hari, mahasiswa akan menjalankan program di bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, pelestarian lingkungan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

Susilo menegaskan masyarakat akan ditempatkan sebagai mitra dalam setiap pelaksanaan program. Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan mampu menggali potensi lokal sekaligus menghasilkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan desa.

Antusiasme masyarakat dalam menyambut mahasiswa menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi selama pelaksanaan KKN. Dengan dukungan berbagai unsur desa, program yang dirancang diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan.

Melalui KKN Berdampak Reguler 2026, mahasiswa UM Gresik tidak hanya menerapkan ilmu akademik, tetapi juga belajar memahami dinamika masyarakat, mengembangkan kepemimpinan, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta menyusun solusi atas persoalan di tingkat desa.

Kehadiran Kelompok 20 di Desa Bangeran diharapkan menjadi awal lahirnya inovasi yang mampu memperkuat potensi lokal, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.(Onny)

Baca Juga:  UM Gresik Jalani Evaluasi Bappenas, Program RPL S1 Guru Dipastikan Perkuat Mutu Pendidikan

Komentar