Mahasiswa Teknik Elektro UM Gresik Pamerkan Inovasi AI dan IoT di ElectroTech Exhibit 2026, Siapkan Talenta Industri Digital

Humas UM Gresik

INVESTORJATIM.COM — Transformasi digital yang ditopang teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) mendorong kebutuhan sumber daya manusia yang mampu menghadirkan solusi inovatif bagi industri. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah (UM) Gresik menampilkan berbagai karya teknologi dalam ElectroTech Exhibit 2026: Intelligence in Motion – Where Hardware Meets AI.

Pameran tersebut menjadi luaran pembelajaran berbasis Project Based Learning (PBL) bagi mahasiswa semester enam yang mengintegrasikan mata kuliah Kecerdasan Buatan dan Sistem Embedded. Melalui pendekatan ini, mahasiswa didorong mengembangkan produk teknologi yang aplikatif dan sesuai kebutuhan masyarakat maupun dunia industri.

Dekan Fakultas Teknik UM Gresik, Dr. Misbah, mengatakan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan menjadi solusi nyata.

“Mahasiswa teknik saat ini dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa belajar bagaimana sebuah ide diwujudkan menjadi teknologi yang memberikan manfaat nyata,” ujarnya pekan ini.

Baca Juga:  PLN Nusantara Power Raih Gold Stevie Award Lewat Inovasi Hydrobot

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Elektro UM Gresik, Yoedo Ageng Suryo, menjelaskan pameran menjadi bagian dari strategi pembelajaran untuk mempertemukan mahasiswa dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan industri yang terus berubah.

Sebanyak delapan tim mahasiswa mempresentasikan proyek yang dikembangkan selama satu semester. Seluruh inovasi memadukan perangkat keras, AI, dan IoT guna menghasilkan sistem cerdas yang mampu bekerja secara otomatis.

Beberapa karya yang dipamerkan antara lain sistem pakan ikan otomatis berbasis Fuzzy Logic, Smart Parking untuk mendeteksi slot parkir dan menghitung tarif secara otomatis, sistem deteksi dini kebocoran gas berbasis IoT, hingga Smart Farming yang mengatur penyiraman tanaman berdasarkan tingkat kelembapan tanah.

Mahasiswa juga mengembangkan konsep Smart Home, sistem pemantauan kesehatan ruangan berbasis IoT, alat pemantau detak jantung secara real-time, serta sistem monitoring kualitas air kolam ikan menggunakan metode Fuzzy Logic.

Seluruh proyek dikembangkan melalui tahapan yang menyerupai proses riset dan pengembangan di industri, mulai dari penyusunan proposal, desain sistem, pengembangan perangkat keras dan lunak, penyusunan laporan, presentasi, hingga pameran sebagai evaluasi akhir.

Baca Juga:  OJK Dorong Penggunaan Kecerdasan Artifisial di Sektor Perbankan

Dosen pengampu mata kuliah, Alfi Zuhriya Khoirunnisaa, menilai pendekatan PBL tidak hanya berorientasi pada penciptaan produk, tetapi juga membangun kompetensi profesional mahasiswa, seperti kemampuan bekerja dalam tim, berpikir kritis, manajemen proyek, hingga komunikasi.

Menurutnya, kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi lulusan untuk memasuki industri yang semakin terdigitalisasi.

Melalui ElectroTech Exhibit 2026, UM Gresik menunjukkan komitmennya dalam mencetak talenta teknik yang adaptif terhadap perkembangan AI dan IoT. Inovasi yang dihasilkan mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi capaian akademik, tetapi juga membuka peluang hilirisasi teknologi yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun sektor industri di masa mendatang.(Red)

Komentar