Ekonomi Jatim Tumbuh 5,84%, Investasi Semester I/2026 Capai Rp72,7 Triliun

Istimewa

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,84% secara kumulatif (c-to-c) pada Semester I/2026, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45%.

Hal tersebut disampaikan Emil saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Saudagar Muslim se-Indonesia (ISMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Timur periode 2026–2031 sekaligus pembukaan Rakornas, KIBAR 5, dan Expo ISMI 2026 di Hotel Shangri-La Surabaya.

Emil mengatakan Jawa Timur memberikan kontribusi 14,34% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan 25,40% terhadap perekonomian Pulau Jawa.

Pada kuartal II/2026, struktur ekonomi Jawa Timur masih ditopang tiga sektor utama, yakni industri pengolahan dengan kontribusi 31,11%, perdagangan 18,22%, dan pertanian 11,20%.

Menurut Emil, kinerja tersebut turut didukung meningkatnya kepercayaan investor. Realisasi investasi Jawa Timur sepanjang 2025 mencapai Rp147,7 triliun, sekaligus menjadi capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir.

Tren tersebut berlanjut pada Semester I/2026. Realisasi investasi tercatat Rp72,7 triliun, terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp49,8 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp22,9 triliun.

Baca Juga:  Perkuat Koneksi Perdagangan Dalam Negeri, Bank Jatim Dukung Misi Dagang Jatim-Kaltim

Efisiensi investasi Jawa Timur juga tercermin dari nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) 2025 sebesar 5,26, lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional 6,37. Menurut Emil, kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan investasi tambahan untuk menghasilkan output baru di Jawa Timur relatif lebih rendah.

Di sisi lain, Emil menilai saudagar dan pengusaha muslim memiliki peran strategis dalam mendorong investasi, perdagangan, inovasi, serta penciptaan nilai tambah.

Dia menyebut koperasi dan UMKM (K-UMKM) menjadi salah satu penopang utama ekonomi Jawa Timur dengan kontribusi 60,09% terhadap PDRB dan nilai tambah bruto lebih dari Rp2.044 triliun pada 2025.

Pemprov Jawa Timur, lanjut Emil, mendorong penguatan K-UMKM melalui lima aspek, yakni kelembagaan, produksi, sumber daya manusia, pembiayaan, dan pemasaran. Program tersebut mencakup standardisasi produk, sertifikasi, inkubasi bisnis, pelatihan digital, hingga fasilitasi pembiayaan.

Emil juga mendorong pengembangan komoditas kopi Jawa Timur. Salah satunya melalui peluncuran Kopi Traceability untuk memperkuat keterlacakan asal, proses, dan mutu produk.

“Saya mengajak ISMI memperkuat kemitraan antara petani, UMKM, dan industri, mengembangkan perdagangan antarregional melalui jejaring saudagar, serta memperluas akses pasar produk unggulan daerah,” ujar Emil, Selasa, 27/10/2026.

Baca Juga:  Tingkatkan Kesejahteraan Buruh Pabrik Rokok, Bank Jatim Dukung Pemprov Jatim Salurkan BLT di Bojonegoro

Dia juga mendorong pemanfaatan business matching untuk mempertemukan pemasok, pengolah, dan calon pembeli sehingga kerja sama bisnis dapat berlanjut secara konkret dan berkelanjutan. (Onny)

Komentar