Disambangi Bappenas, Pelindo Beberkan Jurus Tekan Biaya Logistik dari Tanjung Perak

Dari kiri ke kanan Noor Budiwan, Direktur Operasi TPS, Raharja (Head Division Komersial Pelindo Regional 3) dan Heryadi, Direktur Sinergi dan Tata Kelola Perencanaan Pembangunan Kementerian PPN-Bappenas.

INVESTORJATIM.COM – Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dan 2028 tidak disusun dari balik meja di Jakarta. Tim Bappenas turun langsung ke lapangan, menyasar jantung logistik Indonesia Timur, Terminal Petikemas Surabaya (TPS) di Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (26/10/2016).

Rombongan yang dipimpin Direktur Sinergi dan Tata Kelola Perencanaan Pembangunan Bappenas, Heriyadi, disambut Sub Regional Head Jawa Pelindo, Purwanto Wahyu Widodo, dan Direktur Operasi TPS Noor Budiwan.

Kunjungan ini untuk melihat langsung denyut nadi perdagangan nasional. Sebagai gerbang utama logistik kawasan timur Indonesia, Tanjung Perak menjadi barometer apakah perencanaan pembangunan di pusat sudah selaras dengan kebutuhan di lapangan.

“Melalui peninjauan ini, kami ingin memperoleh gambaran langsung mengenai kebutuhan dan potensi pengembangan pelabuhan sebagai masukan dalam proses perencanaan pembangunan ke depan,” ujar Heriyadi.

Menjawab hal itu, Pelindo memaparkan bahwa pengembangan Tanjung Perak sudah terintegrasi dengan Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN), Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Perak dan Gresik, serta tata ruang wilayah.

Baca Juga:  SPTP Group Padukan Aksi Sosial dan Kinerja Moncer, Arus Peti Kemas Tembus 13,34 Juta TEUs pada 2025

Purwanto yang akrab disapa Ipung menegaskan, Pelindo mendorong pengembangan yang sejalan dengan kebijakan nasional.

“Pelabuhan Tanjung Perak memiliki peran strategis sebagai gerbang logistik utama di kawasan timur Indonesia. Kami berharap rencana pengembangan pelabuhan dapat terus diselaraskan dengan prioritas pembangunan pemerintah,” ujar Ipung.

Fokus pengembangan meliputi peningkatan kapasitas pelabuhan, penguatan konektivitas multimoda, dan digitalisasi layanan untuk kelancaran arus barang.

Pasca-merger, Pelindo menjalankan sejumlah inisiatif strategis, mulai dari standardisasi layanan pelabuhan secara nasional, penguatan ekosistem logistik end-to-end, integrasi sistem teknologi informasi, optimalisasi konektivitas antar pelabuhan, hingga pengembangan layanan hinterland.

Sementara itu, TPS memaparkan langkah konkret di terminal, yakni modernisasi peralatan, peningkatan produktivitas operasional, pengembangan konektivitas multimoda, serta integrasi layanan dengan kawasan industri dan pusat logistik di hinterland.

Diskusi mengerucut pada satu persoalan klasik, tingginya biaya logistik nasional yang masih didominasi sektor transportasi. Bappenas menekankan perlunya pengembangan simpul peti kemas di berbagai wilayah, peningkatan fasilitas pelabuhan, dan penguatan layanan angkutan laut terintegrasi.

Bappenas pun mengapresiasi transformasi yang dilakukan Pelindo Group. Pendekatan yang mengedepankan keterpaduan antara pelabuhan, konektivitas transportasi, kawasan industri, dan jaringan logistik dinilai menjadi kunci mewujudkan sistem logistik yang lebih efisien dan kompetitif.

Baca Juga:  Januari-April 2025, Arus Peti Kemas TPS Capai 498.727 TEUs, Naik 1,4%

Masukan dari kunjungan lapangan ini akan menjadi bahan penting dalam penajaman penyusunan RKP 2027 dan RKP 2028, khususnya terkait pengembangan konektivitas nasional dan jaringan pelabuhan terpadu. (onny)

Komentar