Potensi Bambu Mendunia, Tiga BUMN Sulap Cikandang Jadi Kampung Kreatif

IDSurvey, KAI dan Pelindo luncurkan kampung kreatif Cikandang berbasis bambu.

INVESTORJATIM.COM – Potensi bambu yang melimpah di Desa Cimareme, Kabupaten Bandung Barat, kini disulap menjadi sumber ekonomi kreatif.

PT Inspeksi Sertifikasi dan Survey Indonesia (Persero) atau IDSurvey bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) resmi meluncurkan Kampung Kreatif Cikandang di RW 07, Desa Cimareme, Jumat (18/9/2026).

Bukan sekadar kampung biasa, Cikandang diproyeksikan menjadi Kampung Mandiri percontohan yang mengandalkan potensi lokal berbasis edukasi, kerajinan, dan wisata komunitas.

Chief Financial Officer IDSurvey, Sinung Triwulandari, mengatakan pengembangan kampung ini fokus pada penguatan kapasitas warga.

“Kami ingin memperkuat keterampilan masyarakat, memperluas peluang ekonomi, dan menciptakan nilai bersama yang berkelanjutan,” ujar Sinung.

Salah satu sudut kampung Cikandang

Program ini menggandeng UMKM lokal Virageawie Indonesia yang digerakkan tokoh masyarakat Adang Muhidin, yang selama ini aktif memberdayakan warga lewat kerajinan bambu.

Beragam potensi kampung coba diintegrasikan dalam satu ekosistem. Mulai dari pelatihan kerajinan bambu bagi penyandang disabilitas dan Karang Taruna, lokakarya kuliner bagi ibu rumah tangga, pembangunan gapura bambu ikonik, hingga kompetisi mural.

Baca Juga:  Regional Workshop on TRS, Percepat Reformasi Sektor logistik

Kampung Cikandang juga menyimpan potensi seni yang unik, mulai dari seni mural, musik bambu, kuliner lokal, pusat pembelajaran, hingga ekonomi sirkuler. Bahkan, ada rencana jangka panjang pembentukan Symphony Orchestra Bambu pada 2027.

Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, yang hadir dalam peluncuran bersamaan dengan Festival Diburuan Jilid 4, mengapresiasi kolaborasi tersebut sebagai ruang bagi warga mengembangkan kreativitas dari potensi lokalnya sendiri.

Meski potensinya besar, pengembangan Cikandang masih menghadapi tantangan keterbatasan lahan, fasilitas yang perlu perbaikan, dan akses pasar produk lokal yang belum optimal.

Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini, IDSurvey, KAI, dan Pelindo berupaya menjawab tantangan itu dengan mengoptimalkan sumber daya masing-masing perusahaan.

Mengusung semangat EmpoWEring “Berdaya Bersama, Melayani dengan Hati”, Kampung Kreatif Cikandang diharapkan menjadi contoh kampung mandiri yang tumbuh dari kekuatan potensi kampung itu sendiri. (onny)

Komentar