BEI-KSEI Lengkapi Data Saham di Atas 1%, Kini Ada Status Pengendali dan Afiliasinya

Foto ilustrasi.

INVESTORJATIM.COM – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kini melengkapi data kepemilikan saham di atas 1% dengan informasi status pemegang saham sebagai Pengendali maupun Afiliasi Pengendali.

Penambahan ini memberi gambaran lebih jelas soal struktur kepemilikan Perusahaan Tercatat, konsentrasi kepemilikan, hingga hubungan kepemilikan antara Pengendali dan Afiliasinya.

Penyempurnaan ini diatur lewat SK Direksi BEI Nomor Kep-00160/BEI/11-2026 tanggal 2 November 2026 tentang Perubahan Ketentuan Laporan Bulanan Kegiatan Registrasi Kepemilikan Saham (LBRE), yang telah disetujui Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Sekretaris Perusahaan BEI, Elsierra Putri Yosita, dalam keterangan resmi BEI menjelaskan, informasi tersebut bersumber dari Laporan Bulanan Registrasi Efek (LBRE) yang disampaikan masing-masing Perusahaan Tercatat. BEI kemudian mempublikasikannya secara bulanan melalui situs resminya.

Data ini mencerminkan posisi kepemilikan pada tanggal pelaporan, bukan perubahan kepemilikan secara real-time saat halaman dibuka.

Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari publikasi data pemegang saham di atas 1% yang sudah diterapkan sejak 3 Maret 2026. Saat itu BEI dan KSEI mulai membuka data yang sebelumnya hanya tersedia untuk kepemilikan di atas 5%. f795

Baca Juga:  BEI Berikan Penghargaan SPPA Award untuk Pengguna Jasa Terbaik 2025

Perubahan berikutnya menambahkan klasifikasi berdasarkan hubungan dengan pihak pengendali perusahaan. f795

Penambahan kolom afiliasi ini juga menindaklanjuti rencana yang disampaikan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik pada 10 Agustus 2026, yang saat itu menyebut BEI akan menambah satu kolom untuk menunjukkan apakah pemegang saham di atas 1% terafiliasi atau tidak, setelah sebelumnya menambahkan kolom tipe investor.

Langkah ini merupakan upaya meningkatkan transparansi struktur kepemilikan saham. Data yang lebih komprehensif diharapkan bisa menjadi referensi investor dalam memahami struktur kepemilikan dan mengambil keputusan investasi, sekaligus menunjang pengawasan pasar.

Dengan penanda Pengendali dan Afiliasi, investor tidak hanya melihat besaran kepemilikan, tetapi juga konteks hubungan antar-pemegang saham. Hal ini penting untuk membaca konsentrasi kepemilikan yang sebenarnya dan potensi free float yang tersedia di pasar. (onny)

 

Komentar