Istimewa
INVESTORJATIM.COM – Pemerintah mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula nasional melalui program peremajaan tanaman tebu secara masif. Program tersebut dilakukan dengan membongkar tanaman tebu ratoon yang sudah tidak produktif sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, dan petani.
Langkah tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan konsolidasi nasional yang membahas strategi peningkatan produksi gula melalui peremajaan kebun tebu dan penguatan sinergi antarpemangku kepentingan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan percepatan swasembada gula merupakan arahan langsung Presiden Republik Indonesia. Pemerintah menargetkan swasembada gula konsumsi atau gula putih dapat tercapai paling lambat dalam dua tahun.
“Perintah Bapak Presiden, swasembada gula putih paling lambat dua tahun harus tercapai. Insya Allah kami akan melakukan bongkar ratoon secara besar-besaran. Tanaman ratoon berumur 7 hingga 15 tahun akan kita bongkar dan diremajakan,” ujar Amran dalam keterangan resminya, Rabu (22/7/2026).
Untuk mendukung target tersebut, pemerintah menyiapkan program peremajaan sekitar 100.000 hektare kebun tebu setiap tahun. Apabila pelaksanaannya berjalan sesuai rencana, program tersebut ditargetkan rampung dalam dua tahun.
Amran mengatakan pemerintah juga telah menyiapkan dukungan anggaran untuk pelaksanaan program peremajaan setelah memperoleh persetujuan Presiden. Menurutnya, regenerasi tanaman tebu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas lahan sehingga mampu mendongkrak produksi gula nasional sekaligus menekan ketergantungan terhadap impor.
Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), Mahmudi, menyatakan perseroan siap mendukung kebijakan pemerintah melalui penguatan kolaborasi dengan pabrik gula swasta dan peningkatan pendampingan kepada petani tebu.
“Intinya kita harus melakukan percepatan swasembada gula. Arahan Bapak Menteri menjadi semangat bagi PT SGN bersama pabrik gula swasta untuk bergerak bersama-sama, terutama dengan memberikan perhatian lebih kepada petani,” kata Mahmudi.
Selain memaparkan komitmen mendukung program pemerintah, Mahmudi mengungkapkan hingga 19 Juli 2026 PT SGN telah menggiling tebu sebanyak 6.750.808,28 ton. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan produksi gula nasional pada musim giling tahun ini.
Mahmudi optimistis target swasembada gula dalam dua tahun dapat diwujudkan apabila pemerintah, pelaku industri, dan petani bergerak secara terpadu. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh peningkatan kapasitas industri gula, tetapi juga oleh produktivitas tebu di tingkat petani.
Karena itu, PT SGN akan memperluas pendampingan kepada petani melalui program bongkar ratoon, penyediaan traktor, mekanisasi pertanian, serta berbagai dukungan budidaya lainnya. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan, mempercepat regenerasi tanaman, dan memperkuat kemandirian industri gula nasional sesuai target pemerintah.(Red)
INVESTORJATIM.COM — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur menilai kinerja usaha mikro, kecil, dan…
INVESTORJATIM.COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat ketersediaan pupuk bersubsidi di Jawa Timur untuk menghadapi…
INVESTORJATIM.COM – Potensi bambu yang melimpah di Desa Cimareme, Kabupaten Bandung Barat, kini disulap menjadi…
INVESTORJATIM.COM – Transformasi besar dilakukan PT PLN Nusantara Power (PLN NP). Dari sekadar perusahaan pembangkit…
INVESTORJATIM.COM — Empat mahasiswa Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan (Tekpal) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menorehkan…
INVESTORJATIM.COM - PT Petrokimia Gresik mengembangkan inovasi pemanfaatan produk samping silika sebagai bahan penyaring belerang…