
INVESTORJATIM.COM — PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar kegiatan halalbihalal bersama petani tebu rakyat di Balai Pertemuan PG Wonolangan, Kabupaten Probolinggo, akhir pekan lalu. Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat hubungan kemitraan antara perusahaan dengan petani tebu sebagai mitra strategis sektor hulu industri gula.
Acara ini dihadiri Ketua Dewan Pembina APTRI Arum Sabil, Ketua Umum DPN APTRI Soemitro Samadikun, Ketua DPD APTRI Jawa Timur Sunardi Edi Sukamto, serta perwakilan petani tebu yang tergabung dalam APTRI dari 33 pabrik gula di bawah naungan SGN.
Direktur Utama PT SGN Mahmudi mengatakan halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga menjadi ruang komunikasi dan evaluasi atas kemitraan yang telah berjalan.
“Momentum ini penting untuk memperkuat silaturahmi, membangun kepercayaan, sekaligus menjadi ruang refleksi bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
Menurut dia, keberhasilan industri gula nasional tidak dapat dilepaskan dari kontribusi petani tebu rakyat sebagai pemasok utama bahan baku. Karena itu, hubungan yang harmonis, terbuka, dan saling memahami menjadi fondasi penting menghadapi berbagai tantangan industri ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, Mahmudi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh mitra petani dan pemangku kepentingan atas berbagai keterbatasan pelayanan perusahaan.
“Saya mohon maaf kepada seluruh mitra dan stakeholder. Kami menyadari masih ada ketidakcepatan dalam memfasilitasi serta keterbatasan dalam menjawab kebutuhan para mitra,” katanya.
Dia menegaskan berbagai masukan dari petani akan menjadi bahan evaluasi bagi manajemen untuk meningkatkan kualitas layanan, mempercepat respons, serta menghadirkan kebijakan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan di lapangan.
Selain menjadi ajang silaturahmi, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan sebagai forum konsolidasi menjelang musim giling 2026. Sejumlah isu strategis dibahas, mulai dari peningkatan produktivitas tebu, efisiensi operasional pabrik gula, hingga penguatan dukungan perusahaan kepada petani.
Mahmudi menambahkan sinergi antara perusahaan dan petani menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan industri gula nasional sekaligus mendukung ketahanan pangan berbasis komoditas gula.
“Kolaborasi yang kuat antara perusahaan dan petani akan menjadi kunci menghadapi tantangan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.(Red)









Komentar