Categories: IndeksLifestyle

Perkuat Ketersediaan Pupuk Subsidi di Jatim, Pupuk Indonesia Tambah Alokasi 114.134 Ton

INVESTORJATIM.COM – PT Pupuk Indonesia (Persero) memperkuat ketersediaan pupuk bersubsidi di Jawa Timur untuk menghadapi musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027. Perseroan mendapat tambahan alokasi pupuk bersubsidi sebesar 144.134 ton sehingga total kuota Jawa Timur pada 2026 mencapai 2.115.951 ton.

Senior Manager 3A Jawa Timur Pupuk Indonesia Wawan Arjuna mengatakan tambahan alokasi tersebut ditetapkan Kementerian Pertanian melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 3 Tahun 2026.

“Tambahan alokasi ini memperkuat ketersediaan pupuk bersubsidi untuk musim tanam berikutnya. Didukung pengawalan penyaluran di lapangan, pupuk bersubsidi dapat tersalurkan sesuai prinsip 7T,” ujar Wawan disadur pada rilisnya, Kamis, 24/9/2026.

Sebelum mendapat tambahan, alokasi pupuk bersubsidi Jawa Timur mencapai 1.971.817 ton. Alokasi tersebut terdiri atas 964.037 ton Urea, 884.868 ton NPK, 255 ton NPK Khusus Kakao, 111.670 ton Organik, dan 10.987 ton ZA.

Tambahan alokasi meliputi 35.146 ton Urea, 76.827 ton NPK, 4 ton NPK Kakao, 32.149 ton Organik, serta 8 ton ZA.

Dari sisi penyaluran, hingga 22 September 2026 realisasi pupuk bersubsidi di Jawa Timur mencapai 1.637.764 ton atau 77,4% dari total alokasi setelah penambahan. Dengan demikian, masih tersedia 478.187 ton untuk memenuhi kebutuhan petani pada musim tanam berikutnya.

Realisasi Urea mencapai 764.520 ton atau 76,5%, NPK 767.796 ton atau 79,8%, Organik 94.686 ton atau 65,8%, ZA 7.602 ton atau 69,1%, serta NPK Kakao 180 ton atau 69,5%.

Wawan memperkirakan penyerapan pupuk bersubsidi akan meningkat menjelang musim tanam baru yang dimulai sekitar Oktober.

Untuk menjaga ketersediaan, Pupuk Indonesia memperkuat pemantauan stok secara digital hingga titik penyaluran. Sistem tersebut memungkinkan perseroan memantau kondisi persediaan secara real time dan melakukan pengisian kembali apabila stok di suatu wilayah mulai menipis.

Selain distribusi, perseroan mendorong pemupukan berimbang melalui pendampingan petani. Salah satunya menggunakan tiga unit mobil uji tanah di Jawa Timur untuk mengetahui kondisi tanah dan kandungan unsur hara.

“Fokus kami bukan hanya memastikan jumlah pupuk tersedia, tetapi juga memastikan distribusinya tepat waktu dan tepat sasaran sesuai kebutuhan masing-masing wilayah,” kata Wawan.

Menurutnya, kombinasi tambahan alokasi, penguatan stok, dan pemupukan sesuai kebutuhan tanah diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian Jawa Timur sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.(Onny)

REDAKSI

Recent Posts

Potensi Bambu Mendunia, Tiga BUMN Sulap Cikandang Jadi Kampung Kreatif

INVESTORJATIM.COM – Potensi bambu yang melimpah di Desa Cimareme, Kabupaten Bandung Barat, kini disulap menjadi…

4 jam ago

Bukan Sekadar Jual Listrik, PLN Nusantara Power Kini Jual Solusi Energi ke Dunia

INVESTORJATIM.COM – Transformasi besar dilakukan PT PLN Nusantara Power (PLN NP). Dari sekadar perusahaan pembangkit…

15 jam ago

Mahasiswa UMG Raih Best Poster di Kontes Kapal Indonesia 2026

INVESTORJATIM.COM — Empat mahasiswa Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan (Tekpal) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menorehkan…

19 jam ago

Petrokimia Gresik Sulap Produk Samping Silika Jadi Penyaring Belerang

INVESTORJATIM.COM - PT Petrokimia Gresik mengembangkan inovasi pemanfaatan produk samping silika sebagai bahan penyaring belerang…

19 jam ago

Penetrasi Asuransi RI Baru 2,27 Persen, AXA Bentuk Perusahaan Syariah untuk Perluas Inklusi

INVESTORJATIM.COM –Tingkat penetrasi asuransi di Indonesia masih rendah, yakni 2,27 persen pada 2022. Otoritas Jasa…

21 jam ago

Pemerintah Targetkan 10 Juta Wirausaha Baru hingga 2029, ITS Jadi Pusat Inkubasi di Jatim

INVESTORJATIM.COM – Pemerintah menargetkan mencetak 10 juta wirausaha dan pekerja hingga 2029 melalui penguatan ekosistem…

24 jam ago