OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Peternak Sapi Perah di Jatim, Perluas Akses Pembiayaan Formal

Humas OJK

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan program akses keuangan inklusif bagi peternak sapi perah di Jawa Timur. Inisiatif ini ditujukan untuk memperluas akses pembiayaan formal sekaligus mempercepat digitalisasi sektor peternakan rakyat.

Peluncuran program yang berlangsung di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, merupakan bagian dari implementasi program PROMISE 2 IMPACT. Program tersebut merupakan kolaborasi antara ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK dengan dukungan Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO).

Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Adi Budiarso mengatakan, program ini hadir untuk menjawab tantangan yang selama ini dihadapi peternak dalam memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal.

Menurut Adi, banyak peternak masih mengalami hambatan akibat keterbatasan data usaha yang valid, profil usaha yang belum terdokumentasi dengan baik, hingga informasi kapasitas produksi dan kondisi keuangan yang belum terukur secara akurat.

Baca Juga:  Kemenkop Serahkan Daftar Koperasi Open Loop di Sektor Jasa Keuangan ke OJK

“Melalui sistem ERP, data produksi, keuangan, dan operasional koperasi dapat terdokumentasi secara sistematis dan real time sehingga memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kapasitas produksi dan kondisi usaha peternak,” ujarnya, pada pekan ini.

Ia menjelaskan, integrasi ERP dengan layanan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA) dan Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) akan memudahkan peternak membangun profil kredit yang lebih objektif dan kredibel. Langkah tersebut diharapkan mampu menjembatani peternak rakyat dengan ekosistem jasa keuangan formal secara lebih inklusif.

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste Simrin Singh menilai transformasi digital menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan ketahanan usaha peternak. Selain memperluas akses pembiayaan, digitalisasi juga dinilai mampu membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat pedesaan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menyebut sektor sapi perah memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

Peluncuran ini menandai keberhasilan implementasi ERP yang telah terintegrasi dengan layanan PKA pada tiga koperasi sapi perah prioritas di Jawa Timur, yakni KAN Jabung, KPSP Setia Kawan, dan KPUD Tani Wilis. Ketiga koperasi tersebut menaungi lebih dari 10.000 anggota.

Baca Juga:  Hentikan Proyek Food Estate dari Alih Fungsi Hutan, Optimalisasi Lahan Eksisting

Ke depan, OJK bersama para pemangku kepentingan akan memperluas implementasi program ke berbagai wilayah di Jawa Timur. Model digitalisasi dan akses keuangan yang diterapkan pada sektor sapi perah ini diharapkan dapat direplikasi pada sektor usaha lainnya guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Onny)

Komentar