Merayakan Imlek dengan Rasa dan Irama, NSA Hadirkan Dumpling, Ronde, dan Seni Budaya Tiongkok

Para siswa NSA sedang membuat dumpling dan ronde untuk sambut tahun baru China (Imlek) di tahun ini.

SURABAYA, INVESTORJATIM.COM – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek, Sekolah NSA menggelar NSA Chinese New Year Celebration dengan menghadirkan pengalaman budaya yang kaya dan interaktif. Perayaan Imlek tahun ini terasa lebih istimewa dengan kehadiran dua hidangan khas, yakni Dumpling (Jiaozi) dan Ronde, yang tidak hanya disajikan, tetapi juga dibuat langsung oleh para siswa.

Ketua Panitia NSA Chinese New Year Celebration, Inang Aris Styawan, S.Pd., menjelaskan bahwa perayaan tahun ini memiliki pembeda dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu belum ada kegiatan kuliner khas Imlek, tahun ini siswa terlibat langsung dalam pembuatan dumpling dan ronde melalui sesi demonstrasi memasak.

“Anak-anak membuat langsung dumpling dan ronde di lokasi. Ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi mereka,” ujarnya, Selasa (3/1/2026).

Pemilihan dumpling dan ronde bukan tanpa alasan. Di Tiongkok, dumpling merupakan makanan khas Imlek yang melambangkan keberuntungan dan kelimpahan, sementara ronde melambangkan kehangatan keluarga serta kebersamaan yang utuh.

Menariknya, kedua hidangan ini juga telah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia. Ronde, misalnya, dikenal luas sebagai minuman penghangat yang akrab di masyarakat, sedangkan dumpling telah beradaptasi dalam berbagai hidangan Nusantara.

Baca Juga:  Dari Telenan ke Dunia: Sekolah NSA Jadi Panggung Diplomasi Budaya Global

Inang Aris juga menuturkan bahwa Tahun Kuda dimaknai oleh sekolah sebagai simbol energi, semangat, dan spirit baru. Semangat tersebut tercermin dari antusiasme para siswa, orang tua, maupun pengunjung yang hadir. Respon positif pun mengalir, terutama karena seluruh proses pembuatan makanan dilakukan langsung oleh siswa yang tergabung dalam kegiatan intrakurikuler kuliner.

Selain belajar memasak, para siswa juga dikenalkan pada semangat kewirausahaan melalui kegiatan penjualan hasil olahan mereka di berbagai acara sekolah.

Perayaan Imlek di NSA tidak hanya berhenti pada sajian kuliner. Beragam penampilan seni turut memeriahkan acara, mulai dari siswa playgroup hingga SMA. Pertunjukan Wushu yang tegas dan penuh keluwesan membuka rangkaian acara, mencerminkan ketangguhan dan disiplin. Energi tersebut kemudian dilanjutkan dengan modern dance yang dinamis, menjadi jembatan antara tradisi dan ekspresi generasi masa kini.

Harmoni lembut hadir melalui kolaborasi alat musik Guzheng, biola, vokal, serta instrumen baru yang diperkenalkan tahun ini, menciptakan suasana hangat dan menenangkan. Puncak kemeriahan terasa saat pertunjukan barongsai tampil dengan gerakan lincah, menyapa anak-anak dan penonton. Diiringi tabuhan tambur, barongsai mengajak siswa dari jenjang preschool hingga SMA untuk berpartisipasi aktif dengan memasukkan angpao ke dalam mulut barongsai, menanamkan nilai keberanian, kerja sama, dan penghormatan terhadap tradisi.

Baca Juga:  Dari Telenan ke Dunia: Sekolah NSA Jadi Panggung Diplomasi Budaya Global

Melalui rangkaian pertunjukan seni, kuliner, dan kebersamaan dalam suasana perayaan, siswa diajak memahami makna Imlek sebagai tradisi yang sarat akan harapan baru, doa kebaikan, dan kebersamaan keluarga. Anak-anak dari berbagai latar belakang budaya belajar untuk saling menghargai perbedaan, merayakannya dengan rasa ingin tahu, kegembiraan, dan keterbukaan.

Melalui perayaan Imlek ini, Sekolah NSA menegaskan perannya sebagai sekolah SPK yang mempersiapkan generasi masa depan. Tidak hanya unggul secara akademik dan siap bersaing di tingkat global, para siswa juga dibekali kemampuan untuk hidup berdampingan dalam masyarakat multikultural dengan menjunjung tinggi nilai toleransi, kemanusiaan, dan saling menghormati. (Onny)

Komentar