Laba WOOD Susut 57,6%, Integra Indocabinet Bidik Perbaikan Kinerja pada 2026

PT Integra Indocabinet andalkan produk baru dan efisiensi untuk dongkrak kinerja 2026.

INVESTORJATIM.COM – PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) menghadapi tekanan kinerja sepanjang 2025 seiring melemahnya permintaan di pasar ekspor utama, khususnya Amerika Serikat. Meski demikian, perseroan optimistis dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik pada 2026 dengan mengandalkan peluncuran produk baru, pengembangan segmen usaha, serta pertumbuhan pasar Eropa dan domestik.

Direktur PT Integra Indocabinet Tbk Wang Sutrisno mengatakan perseroan masih memiliki sejumlah sumber pertumbuhan yang diyakini dapat menopang kinerja sepanjang tahun ini.

“Pencapaian tersebut kami yakini dapat diraih karena masih terdapat beberapa sumber pertumbuhan yang kami harapkan, terutama dari pengembangan dan peluncuran produk-produk baru,” ujar Wang Sutrisno dalam Public Expose 2026, Jumat (19/6/2026).

Menurutnya, sejumlah proyek dan segmen usaha yang selama ini dikembangkan perusahaan mulai menunjukkan perkembangan positif dan diperkirakan akan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan perseroan pada tahun ini.

“Selain itu, terdapat beberapa proyek dan segmen usaha yang mulai menunjukkan perkembangan positif dan diharapkan dapat mulai berkontribusi secara lebih signifikan terhadap kinerja perusahaan pada tahun ini. Dengan demikian, meskipun pertumbuhan yang kami targetkan relatif moderat, kami tetap berharap dapat menutup tahun ini dengan kinerja yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Baca Juga:  SELMA Hadirkan Konsep Toko Baru di BG Junction Surabaya, Tawarkan Ruang Belanja Lebih Luas dan Nyaman
Pasar eropa melesat, Integra Indocabinet kurangi ketergantungan pada AS.

Berdasarkan paparan publik perusahaan, WOOD membukukan penjualan sebesar Rp2,63 triliun pada 2025, turun 5,8% dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp2,79 triliun.

Penurunan pendapatan tersebut berdampak signifikan terhadap profitabilitas. Laba bersih perseroan merosot 57,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi Rp65 miliar dari Rp155 miliar pada 2024.

Laba usaha tercatat turun 23,8% menjadi Rp289 miliar, sementara EBITDA menyusut 19,2% menjadi Rp383 miliar. Margin laba kotor (gross profit margin/GPM) turun dari 24,7% menjadi 20,3%, sedangkan margin laba bersih (net profit margin/NPM) melemah dari 5,54% menjadi 2,49%.

Di tengah tekanan tersebut, WOOD masih mampu membukukan kenaikan total aset sebesar 2,1% menjadi Rp8 triliun pada akhir 2025. Kenaikan aset terutama ditopang oleh pertumbuhan persediaan yang meningkat 8,35% menjadi Rp3,32 triliun.

Building Component Jadi Penopang

Segmen manufaktur ekspor tetap menjadi kontributor utama dengan porsi mencapai 98,6% dari total penjualan perseroan sepanjang 2025. Namun, penjualan ekspor turun 4,8% menjadi Rp2,59 triliun.

Baca Juga:  Integra Indocabinet Optimis Tercapai Target Pertumbuhan Penjualan Ekspor 20%

Penurunan paling tajam terjadi pada segmen furnitur yang merosot 52,9% menjadi Rp358,5 miliar. Sebaliknya, segmen building component atau komponen bangunan tumbuh 13,8% menjadi Rp2,24 triliun dan menjadi penopang utama pendapatan perusahaan.

Penjualan domestik juga mengalami tekanan dengan penurunan 42,3% menjadi Rp35,9 miliar sepanjang 2025.

Eropa dan Domestik Mulai Menguat

Dari sisi wilayah pemasaran, Amerika Serikat masih menjadi pasar terbesar WOOD dengan kontribusi sekitar 82,2% terhadap total penjualan 2025. Namun, penjualan ke kawasan tersebut turun 14,2% menjadi Rp2,16 triliun.

Di sisi lain, pasar Eropa mencatat pertumbuhan signifikan. Penjualan ke kawasan tersebut melonjak 654% menjadi Rp242,1 miliar sepanjang 2025.

Momentum positif berlanjut pada kuartal I/2026. Penjualan ke Eropa melesat 2.133% menjadi Rp112,7 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pasar domestik juga mulai menunjukkan pemulihan. Penjualan di Indonesia pada kuartal I/2026 melonjak 634% menjadi Rp31,6 miliar, sementara penjualan manufaktur domestik meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp12,8 miliar.

Secara keseluruhan, penjualan WOOD pada kuartal I/2026 tercatat Rp722,4 miliar atau turun 6,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih tercatat Rp28 miliar, turun 42,5% secara tahunan.

Baca Juga:  Integra Indocabinet (WOOD) Siap Rambah Bisnis Properti, Bangun 1.600 Unit Rumah

Meski masih menghadapi tantangan dari pasar global, Wang mengatakan perusahaan terus melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga profitabilitas dan memperkuat fondasi bisnis.

“Di sisi lain, kami juga terus melakukan berbagai inisiatif efisiensi dan optimalisasi portofolio bisnis agar perusahaan dapat tetap menjaga profitabilitas di tengah kondisi pasar yang masih penuh tantangan,” ujarnya.

Dengan dukungan pertumbuhan pasar Eropa, pemulihan pasar domestik, serta kontribusi dari produk dan proyek baru, manajemen berharap kinerja PT Integra Indocabinet Tbk dapat membaik sepanjang 2026. (Onny)

Komentar