PT PAL dipandang memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama industri pertahanan maritim nasional.
INVESTORJATIM.COM — Upaya mempercepat kemandirian industri pertahanan nasional terus diperkuat. Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di PT PAL Indonesia untuk memastikan sejumlah program strategis nasional berjalan sesuai arah kebijakan sekaligus mengidentifikasi berbagai kebutuhan industri dalam memperkuat penguasaan teknologi pertahanan maritim. Langkah ini dinilai penting di tengah dorongan pemerintah agar industri pertahanan dalam negeri semakin mampu mengurangi ketergantungan terhadap teknologi impor.
Agenda monitoring dan evaluasi tersebut menjadi forum strategis untuk meninjau perkembangan berbagai program prioritas PT PAL sekaligus menghimpun masukan dari industri sebagai bahan penyusunan kebijakan yang lebih adaptif dalam mendukung penguatan ekosistem industri pertahanan nasional.
Dalam kunjungan tersebut, KKIP meninjau perkembangan sejumlah program strategis yang tengah dijalankan PT PAL, mulai dari pembangunan kapal selam, penguasaan teknologi Unmanned Surface Vehicle (USV), hingga proyek unggulan nasional seperti Frigate Merah Putih (FMP) dan Kapal Selam Otonom (KSOT). Program-program tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam memperkuat penguasaan teknologi, meningkatkan kapabilitas galangan kapal nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap teknologi pertahanan dari luar negeri.
Rombongan KKIP disambut Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa bersama Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko Briljan Gazalba beserta jajaran manajemen. Hadir pula Ketua Bidang Perencanaan KKIP Laksda TNI (Purn) Darwanto, S.H., M.A.P., Koordinator Staf Ahli KKIP Laksda TNI (Purn) Dr. Mulyadi, S.Pi., M.A.P., IPU., ASEAN Eng., Ketua Bidang Alih Teknologi dan Offset Dr. Ir. Yono Reksoprodjo, DIC., beserta tim.
Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa menegaskan keberhasilan transformasi industri pertahanan tidak hanya bergantung pada kapabilitas internal perusahaan, tetapi juga membutuhkan dukungan kebijakan yang selaras dari para pemangku kepentingan.
“Dalam menjalankan keberlangsungan perusahaan, PT PAL terus membutuhkan insight dan perspektif dari berbagai pihak, termasuk KKIP. Harapannya, hasil monitoring dan evaluasi hari ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam penyusunan kebijakan KKIP ke depan, sehingga mampu memperkuat langkah bersama dalam mewujudkan kemandirian industri pertahanan nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bidang Perencanaan KKIP Laksda TNI (Purn) Darwanto mengatakan kegiatan monitoring dan evaluasi tidak hanya bertujuan mengukur capaian program, tetapi juga memastikan pembangunan industri pertahanan berjalan sesuai arah kebijakan nasional serta mampu menjawab tantangan yang dihadapi pelaku industri.
“Melalui monitoring dan evaluasi ini kami ingin melihat sejauh mana pembangunan dan kemajuan industri pertahanan nasional telah berlangsung, sekaligus memastikan seluruh prosesnya sejalan dengan upaya membangun kemandirian industri pertahanan Indonesia,” kata Darwanto.
Menurutnya, penguatan industri pertahanan harus ditopang oleh peningkatan kemampuan industri nasional, percepatan penguasaan teknologi, penguatan riset, serta pengembangan sumber daya manusia. Dalam konteks tersebut, PT PAL dipandang memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama industri pertahanan maritim nasional yang diharapkan mampu berkembang menjadi pusat pengembangan teknologi maritim, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.
Hasil monitoring dan evaluasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan rekomendasi kebijakan KKIP untuk memperkuat ekosistem industri pertahanan nasional. Rekomendasi itu mencakup percepatan alih teknologi, peningkatan kapasitas industri, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, industri, lembaga riset, dan pengguna, sehingga mampu memperkokoh langkah PT PAL dalam membangun industri pertahanan maritim yang mandiri, berdaya saing, dan berbasis penguasaan teknologi. (Onny)
INVESTORJATIM.COM – Honda membawa mobil listrik mungil Honda Super-ONE ke GIIAS Surabaya 2026. Model yang…
INVESTORJATIM.COM — Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di sejumlah wilayah Kota Semarang tidak hanya…
INVESTORJATIM.COM – Honda Surabaya Center menyiapkan sejumlah produk dan program untuk menyambut GIIAS Surabaya 2026…
INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat komitmen pelestarian kesenian tradisional melalui dukungan terhadap keberlanjutan…
INVESTORJATIM.COM — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah polemik reklamasi Kenjeran yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian masyarakat, sebuah cerita…