Humas OJK
INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan tiga strategi utama untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah sepanjang 2026. Langkah tersebut ditempuh untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah sekaligus mendorong perluasan penggunaannya sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah nasional.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan strategi tersebut akan dijalankan melalui Kelompok Kerja Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah (POKJA LIKS) Tahun 2026.
Menurut Dicky, fokus pertama adalah menyusun strategi literasi dan inklusi keuangan syariah yang berbasis data, digitalisasi, serta kebutuhan masyarakat. Fokus kedua mengintegrasikan program literasi dengan penguatan market conduct, pelindungan konsumen, dan peningkatan kesehatan keuangan (financial health). Adapun fokus ketiga ialah memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan agar setiap program memiliki dampak nyata dan berkelanjutan.
“POKJA LIKS tahun 2026 akan difokuskan pada tiga agenda utama, yaitu menyusun strategi literasi dan inklusi keuangan syariah yang berbasis data, digitalisasi, dan kebutuhan masyarakat. Kedua, mengintegrasikan literasi dan inklusi keuangan syariah dengan market conduct, pelindungan konsumen, dan financial health. Ketiga, memperkuat sinergi antarpihak agar menghasilkan langkah yang konkret dan dapat ditindaklanjuti,” ujar Dicky dalam Pertemuan Pertama POKJA LIKS 2026 di Kantor OJK dalam keterangan resminya, Selasa (21/7/2026).
Dia menilai POKJA LIKS memiliki peran strategis sebagai mitra OJK dalam mempercepat peningkatan literasi keuangan syariah. Kelompok kerja tersebut tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga wadah untuk menyatukan gagasan, mendorong aksi kolaboratif, dan menghasilkan kebijakan yang mampu meningkatkan pemanfaatan produk keuangan syariah.
Menurutnya, literasi dan inklusi keuangan syariah harus berjalan seiring dengan penguatan pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan serta pelindungan konsumen. Dengan demikian, inovasi di sektor keuangan syariah dapat berkembang secara sehat, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan menciptakan pertumbuhan industri yang berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK sekaligus Koordinator Utama POKJA LIKS M. Ismail Riyadi menyampaikan bahwa sejak dibentuk pada 2024, kelompok kerja tersebut telah aktif memberikan rekomendasi strategis dalam penyusunan program edukasi dan inklusi keuangan syariah.
Menurutnya, evaluasi dan masukan dari anggota POKJA LIKS menjadi landasan penting dalam menyempurnakan berbagai program, merancang inisiatif baru, serta memperkuat arah kebijakan agar lebih adaptif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan masyarakat.
Meski demikian, OJK menilai tantangan dalam pengembangan literasi dan inklusi keuangan syariah masih cukup besar. Selain memperluas jangkauan program edukasi, regulator juga berupaya meningkatkan konversi dari pemahaman masyarakat menjadi penggunaan produk dan layanan keuangan syariah.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, OJK telah menggulirkan sejumlah program edukasi, antara lain Indonesia Sharia Financial Olympiad (ISFO), Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah), Sahabat Ibu Cakap Literasi Keuangan Syariah (SICANTIKS), Santri Cakap Literasi Keuangan Syariah (SAKINAH), dan School of Syariah (SOS).
Di sisi inklusi, regulator juga memperkuat ekosistem melalui Forum Edukasi dan Temu Bisnis Keuangan Syariah (FEBIS), Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS), Syariah Financial Fair (SYAFIF), serta Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSIS) yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah.
Melalui penguatan sinergi dengan industri, akademisi, organisasi profesi, dan berbagai pemangku kepentingan, OJK berharap tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah nasional terus meningkat sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi syariah dan memperkuat sistem keuangan Indonesia.(Onny)
INVESTORJATIM.COM — Upaya mempercepat kemandirian industri pertahanan nasional terus diperkuat. Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP)…
INVESTORJATIM.COM — Universitas Airlangga (UNAIR) resmi melepas 25 Tim Ekspedisi Patriot (TEP) untuk menjalankan program…
INVESTORJATIM.COM — Persaingan industri perhotelan di Kota Semarang semakin ketat seiring meningkatnya aktivitas bisnis, wisata,…
INVESTORJATIM.COM — Di tengah kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) yang semakin kompetitif, investasi pada…
INVESTORJATIM.COM — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026…
INVESTORJATIM.COM - EXCOTEL Design Hotel Surabaya memperkuat strategi bisnis di segmen family staycation dan pemesanan…