Istimewa
INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat komitmen pelestarian kesenian tradisional melalui dukungan terhadap keberlanjutan Topeng Malangan. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan regenerasi pelaku budaya menjadi kunci agar kesenian khas Malang tersebut tetap hidup dan relevan bagi generasi muda.
Hal itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Apresiasi Pelestari Kesenian Asli Jawa Timur di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang.
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah memberikan dukungan kepada 13 sanggar tari Topeng Malangan. Bantuan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sanggar. Sanggar Tari Setyotomo memperoleh satu set gamelan, sedangkan 12 sanggar lainnya masing-masing mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp5 juta.
Khofifah mengatakan dukungan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada para sesepuh, maestro, seniman, budayawan, sanggar, komunitas, dan seluruh pihak yang konsisten menjaga serta mewariskan Topeng Malangan.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pelestari Topeng Malangan yang terus menjaga dan mewariskan kesenian ini,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Minggu, 23/8/2026.
Menurutnya, Topeng Malangan tidak hanya merupakan seni pertunjukan. Kesenian tersebut menyimpan sejarah, simbol, karakter, filosofi, nilai kehidupan, serta kearifan lokal masyarakat Malang yang berkaitan erat dengan Cerita Panji.
Karena itu, pelestarian tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan bentuk pertunjukan. Pengetahuan, keterampilan, nilai, dan filosofi yang terkandung dalam Topeng Malangan juga harus ditransfer kepada generasi muda.
“Kuncinya adalah regenerasi. Jangan sampai sebuah kesenian memiliki panggung, tetapi kehilangan penerus,” katanya.
Khofifah juga mengapresiasi Program Seni Waris yang memberikan ruang bagi Topeng Malangan untuk terus dipertunjukkan, dipelajari, dan dikenalkan kepada masyarakat.
Khusus bantuan gamelan kepada Sanggar Tari Setyotomo, dia berharap fasilitas tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda.
“Semoga gamelan ini tidak hanya menjadi alat musik, tetapi menjadi bagian dari proses pewarisan. Dari sini anak-anak muda belajar, berlatih, berkarya,” tuturnya.
Selain pelestarian, Khofifah menilai penguatan budaya perlu dibarengi pembangunan ekosistem ekonomi. Para seniman dan pelaku budaya harus memiliki ruang untuk berkarya sekaligus memperoleh manfaat ekonomi.
Menurutnya, seni dan budaya dapat dikembangkan melalui sinergi dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.
“Budayanya lestari, senimannya berdaya, generasi mudanya bangga, ekonomi kreatifnya tumbuh, dan masyarakatnya memperoleh manfaat,” katanya.
Pemprov Jatim juga memberikan bantuan modal Rp5 juta kepada Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Krida Budaya Malang. Bantuan tersebut diharapkan menopang aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar ruang kebudayaan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Evy Afianasari mengatakan ekosistem Topeng Malangan terus berkembang. Pada 2025 terdapat 11 sanggar tari khusus Topeng Malangan, kemudian meningkat menjadi 15 sanggar pada 2026.
Jumlah seniman aktif juga naik dari 369 orang pada 2025 menjadi 589 orang hingga Agustus 2026.
“Pertumbuhan jumlah sanggar dan seniman aktif menunjukkan bahwa ekosistem Topeng Malangan terus berkembang,” kata Evy.
Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi modal untuk memperkuat regenerasi, memperluas ruang pertunjukan dan pendidikan, serta mendorong semakin banyak generasi muda mengenal dan terlibat dalam pelestarian Topeng Malangan.(Onny)
INVESTORJATIM.COM — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo bersama PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau…
INVESTORJATIM.COM – Di tengah polemik reklamasi Kenjeran yang selama bertahun-tahun menjadi perhatian masyarakat, sebuah cerita…
INVESTORJATIM.COM - Keterbatasan jaringan pipa gas bumi tidak lagi menjadi hambatan bagi pelaku usaha untuk…
INVESTORJATIM.COM - PT Terminal Teluk Lamong (TTL) memperkuat komitmennya terhadap pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah…
INVESTORJATIM.COM – Momentum Hari Kemerdekaan Indonesia setiap 17 Agustus tidak hanya dapat dimaknai sebagai perayaan…
INVESTORJATIM.COM – Benda kecil seperti baterai kerap luput dari perhatian. Padahal, hampir setiap hari baterai…