PT PAL Mulai Bangun Kapal Selam Scorpène, Indonesia Masuki Era Produksi Kapal Selam Nasional

Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali (tiga dari kiri) dan Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod (tiga dari kanan) saat seremoni First Steel Cutting (FSC) Program Kapal Selam Scorpène® Republik Indonesia (SRI).

INVESTORJATIM.COM – Indonesia membuka babak baru dalam industri pertahanan nasional. PT PAL Indonesia resmi memulai pembangunan fisik kapal selam pertama Scorpène® melalui seremoni First Steel Cutting (FSC) Program Kapal Selam Scorpène® Republik Indonesia (SRI), Jumat (7/8/2026). Langkah ini menjadi penanda dimulainya produksi kapal selam modern di dalam negeri sekaligus memperkuat ambisi Indonesia membangun kemandirian industri pertahanan berbasis penguasaan teknologi.

Prosesi pemotongan baja perdana dipimpin Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali. Tahapan First Steel Cutting menjadi awal implementasi kerja sama PT PAL Indonesia dengan Naval Group setelah menyelesaikan berbagai proses praproduksi, termasuk Qualification Section untuk memastikan kesiapan fasilitas, sistem produksi, dan kompetensi sumber daya manusia sesuai standar internasional.

Direktur Utama PT PAL Indonesia, Kaharuddin Djenod, mengatakan dimulainya pembangunan kapal selam tersebut bukan sekadar memulai proyek alutsista, tetapi juga membangun fondasi kemampuan strategis nasional.

Baca Juga:  Laba Bersih PT PAL Indonesia Melonjak 108,58% pada 2025

“Hari ini bukan hanya tentang dimulainya pembangunan sebuah kapal selam. Ini adalah momentum ketika Indonesia membuktikan mampu membangun kemampuan strategis nasional secara berkelanjutan. Yang dibangun bukan hanya platform pertahanan, tetapi juga kompetensi engineer Indonesia, penguasaan teknologi, serta ekosistem industri yang akan menjadi fondasi pembangunan kapal selam generasi berikutnya,” ujarnya.

Menurutnya, Program Kapal Selam Scorpène® merupakan proyek strategis nasional yang tidak hanya meningkatkan kesiapan operasional TNI Angkatan Laut, tetapi juga menjadi pengungkit pengembangan industri pertahanan dalam negeri.

Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menilai pembangunan kapal selam di dalam negeri merupakan tonggak sejarah, bahkan menjadi yang pertama di kawasan ASEAN.

“Indonesia menjadi negara pertama di ASEAN yang membangun kapal selam di dalam negeri. Harapannya kemampuan ini terus berkembang sehingga industri pertahanan perkapalan nasional dapat dibangun oleh putra-putri Indonesia. Ke depan kita harus semakin mandiri dalam pembangunan kapal atas air, kapal selam, maupun alutsista lainnya,” katanya.

Program tersebut juga didukung skema transfer teknologi yang mencakup berbagai bidang, mulai dari hull outfitting, sistem mekanik, sistem kelistrikan, sistem persenjataan, hingga tahapan Harbour Acceptance Test (HAT) dan Sea Acceptance Test (SAT). Transfer teknologi ini diharapkan memperluas penguasaan kompetensi strategis nasional yang selama ini masih terbatas.

Baca Juga:  PT PAL Bidik Green Shipyard, BRIN Siap Kawal Transformasi Industri Perkapalan Nasional

Selain memperkuat kemampuan pertahanan, proyek Scorpène® diproyeksikan memberi efek berganda bagi perekonomian melalui peningkatan kapasitas insinyur nasional, tumbuhnya industri pendukung, terbukanya peluang bagi rantai pasok domestik, serta penciptaan lapangan kerja berkualitas.

Dengan dimulainya pembangunan kapal selam pertama tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat kapasitas industri pertahanan melalui kolaborasi internasasional yang berorientasi pada transfer pengetahuan dan penguasaan teknologi. Langkah ini menjadi pijakan penting menuju kemandirian industri pertahanan yang berdaya saing global. (Onny)

Komentar