Integra Indocabinet (WOOD) Siap Launching Proyek Perumahan, Tunggu Momentum Pasar

Direktur PT Integra Indocabinet Tbk Wang Sutrisno. Foto: Ist

SURABAYA, Investor Jatim – Emiten produsen furnitur dan komponen bangunan, PT Integra Indocabinet Tbk (WOOD) sudah merampungkan izin prinsip atas rencana proyek perumahan dan ini tinggal menunggu momem yang tepat untuk peluncurannya.

“Intinya kalau untuk proyek perumahan ini secara prinsipnya kami sudah selesaikan, tinggal launching, menunggu momentum pasar,” kata Direktur PT Integra Indocabinet Tbk, Wang Sutrisno pada Paparan Publik WOOD secara virtual, Selasa (10/6/2025).

Wang menyatakan daya beli masyarakat sekarang sedang mengalami penurunan dan berbagai faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan untuk melakukan launching sebuah produk.

“Jadi untuk ini, kami percayakan pada yang ahlilah, karena kami percaya Grup Ciputra ini sudah punya exposure dan expertise yang cukup tinggi. Kami menyerahkan semua untuk pengelolaannya kepada Grup Ciputra,” ungkapnya.

Dia berharap proyek perumahan tersebut akan berkontribusi pada kinerja perseroan. Pasar yang dibidik dari proyek ini adalah pasar menengah ke bawah dengan jumlah unit yang tersedia nantinya secara bertahap ditambah.

“Kita berharap antara 7 sampai 10 tahun, jadi kalau kontribusinya kami berharap nantinya tergantung lagi volume dan tergantung dari harga yang bisa di-accept oleh market,” kata Wang.

Baca Juga:  Integra Indocabinet (WOOD) Perluas Pasar ke Eropa dan Asia, Optimis dengan Target 25%

Sebelumnya, Wang menyampaikan WOOD akan membangun kawasan perumahan di Sidoarjo, Jawa Timur dengan menggandeng PT Ciputra Cipta Cemerlang, cucu usaha dari PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Pada 6 Desember 2024 lalu, keduanya telah menandatangani perjanjian untuk melakukan kerja sama bisnis pengembangan tanah perseroan yang terletak di Lingkar Timur Wedoro Klurak, Sidoarjo menjadi kawasan Perumahan.

“Proyek ini menjadi salah satu proyek perseroan bersama CTRA dengan konsep perumahan hijau dan modern yang strategis,” katanya.

Secara pasar, jelas dia, proyek ini akan mengisi kekosongan pasar kelas menengah yang mencari konsep perumahan modern dengan rentan harga yang relatif tidak mahal.

“Dengan dilakukannya pengembangan tersebut, perseroan akan mendapatkan potensi peningkatan pendapatan maupun laba perseroan ke depannya dari hasil penjualan perumahan tersebut,” ungkap Wang.

Total lahannya sendiri mencapai 40 hektare, di mana 30 hektare merupakan milik induk dan 10 hektare anak usaha terafiliasi. Lahan itu diestimasikan dapat menjadi tempat dibangunnya 1.600 unit rumah.

Keputusan itu dilaksanakan berdasarkan pertimbangan lokasi lahan, yang tak memungkinan untuk menjadi pusat produksi karena berkaitan dengan upah buruh di wilayah itu.

Baca Juga:  Hunian Premium Sidoarjo Kembali Bergairah, CitraGarden Genjot Penjualan Jelang Akhir 2025

“Pertimbangannya melakukan utilisasi aset, khususnya yang dapat berkontribusi keuangan. Kami kerja sama dengan pihak ketiga di bidang tersebut. Sudah selesai studi kelayakan, potensinya baik. Kami berpikir mencoba mengoptimalisasi working capital yang dimiliki,” kata Wang. Daristama

Komentar