Bukan Sekadar Cantik Kartini TPS Menegaskan Peran di Dunia Kerja Modern

Dari dermaga ke ruang rias, cara Kartini TPS membangun daya dan percaya diri

INVESTORJATIM.COM – Di tengah denyut aktivitas pelabuhan yang tak pernah benar-benar berhenti, semangat R.A. Kartini kembali menemukan gaungnya. Bukan dalam seremoni formal semata, melainkan dalam ruang-ruang kerja modern yang diisi oleh perempuan-perempuan tangguh. Itulah yang tergambar dalam peringatan Hari Kartini yang digelar PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) melalui kegiatan bertajuk “Cantiknya Kartini TPS”, Selasa (21/4/2026).

Sebanyak 50 pekerja perempuan TPS berkumpul di kantor perusahaan, tak sekadar merayakan, tetapi juga menguatkan diri. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kapasitas perempuan, baik dalam peran domestik, sosial, maupun profesional. Di saat yang sama, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat ikatan (bonding) antarsesama pekerja perempuan di lingkungan TPS.

Mengusung semangat “Habis Gelap Terbitlah Terang”, TPS memaknai perjuangan Kartini sebagai bentuk keberanian yang hadir dalam ketenangan dan konsistensi. Nilai ini dinilai tetap relevan di era modern, ketika perempuan memiliki peluang yang semakin luas untuk berkiprah, termasuk di sektor logistik dan kepelabuhanan yang selama ini identik dengan dunia kerja maskulin.

Baca Juga:  Mei 2025, Arus Peti Kemas TPS Naik 13%

Di TPS, sosok “Kartini TPS” hadir dalam berbagai peran. Mulai dari menjalankan tanggung jawab operasional sehari-hari, memimpin tim, hingga menjadi representasi perusahaan di ruang publik. Dalam setiap peran tersebut, mereka diharapkan tidak hanya bekerja, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya saling menguatkan, menghargai, dan menghormati.

Nilai-nilai tersebut diterjemahkan dalam tiga prinsip utama: hadir secara utuh (show up), berani menyampaikan gagasan secara konstruktif (speak up), serta mampu memberikan makna dan dampak (stand out). Ketiga prinsip ini menjadi benang merah dalam peringatan Hari Kartini di TPS tahun ini.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, TPS juga menggelar sesi pengasahan keterampilan merias diri. Lebih dari sekadar estetika, kegiatan ini dimaknai sebagai bentuk penghargaan terhadap diri sendiri sekaligus upaya membangun kepercayaan diri dalam interaksi profesional.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Palupi, menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini di lingkungan perusahaan tidak berhenti pada seremoni tahunan.

“Semangat Kartini mengajarkan keberanian untuk membuka jalan dengan kesadaran, ketenangan, dan konsistensi. Nilai tersebut kami refleksikan dalam peran Kartini TPS sebagai pekerja perempuan yang hadir secara utuh, berani menyampaikan gagasan, serta mampu memberikan kontribusi nyata,” ujarnya.

Baca Juga:  TPS Perkuat Keterbukaan Informasi Publik Lewat PPID

Ia menambahkan, setiap pekerja perempuan di TPS merupakan wajah perusahaan dalam berbagai situasi dan interaksi. Karena itu, penguatan kepercayaan diri—termasuk melalui keterampilan sederhana seperti merias diri, dianggap selaras dengan program pengembangan kapasitas yang lebih luas.

Melalui pendekatan yang menyeimbangkan aspek personal dan profesional, TPS berharap para “Kartini TPS” dapat terus tumbuh sebagai individu yang utuh. Pada akhirnya, mereka diharapkan mampu berkontribusi secara berkelanjutan dalam mendorong kinerja dan pencapaian perusahaan di masa depan. (Onny)

 

Komentar