UM Gresik Latih Siswa SMK Gresik Kuasai Autodesk Inventor, Kompetensi Desain Mesin CAD Naik 255 Persen

Istimewa

INVESTORJATIM.COM — Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui pelatihan desain mesin berbasis Computer-Aided Design (CAD) menggunakan perangkat lunak Autodesk Inventor bagi siswa SMKN 1 Duduksampeyan dan SMK Manbaul Ulum Kabupaten Gresik.

Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut dipimpin oleh dosen Teknik Mesin UM Gresik, Alviani Hesthi Permata Ningtyas, sebagai upaya meningkatkan kompetensi digital siswa agar selaras dengan kebutuhan industri manufaktur yang semakin mengandalkan teknologi desain berbasis komputer.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman mulai dari konsep dasar CAD, pemodelan tiga dimensi (3D), perakitan komponen (assembly), hingga penyusunan gambar kerja (technical drawing) sesuai standar industri.

Ketua tim PkM, Alviani Hesthi Permata Ningtyas, mengatakan penguasaan perangkat lunak CAD menjadi salah satu kompetensi utama yang dibutuhkan lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk meningkatkan daya saing di dunia kerja.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghasilkan desain yang dapat menjadi portofolio awal ketika mengikuti praktik kerja industri maupun memasuki dunia kerja,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Baca Juga:  SIG Bantu Pengembangan Usaha Mikro dan Infrastruktur Pertanian di Gresik dan Lamongan

Pelatihan dilaksanakan melalui pendekatan praktik intensif yang mengombinasikan penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Sebanyak delapan siswa dari kedua sekolah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari pengenalan antarmuka Autodesk Inventor, pembuatan sketch dua dimensi, pemodelan komponen 3D, proses assembly, hingga penyusunan gambar kerja.

Tim dosen mendampingi peserta secara langsung pada setiap tahapan sehingga seluruh siswa mampu menyelesaikan latihan secara bertahap. Pada akhir kegiatan, seluruh peserta berhasil menghasilkan model 3D, assembly, dan gambar kerja sederhana yang dapat dimanfaatkan sebagai portofolio kompetensi.

Efektivitas pelatihan terlihat dari hasil evaluasi menggunakan metode pre-test dan post-test. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 22,5 sebelum pelatihan menjadi 80 setelah pelatihan, atau naik sekitar 255 persen. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode pembelajaran berbasis praktik dan pendampingan intensif mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap desain mesin berbasis CAD secara signifikan.

Selain meningkatkan kemampuan teknis, pelatihan juga memperluas wawasan siswa mengenai proses perancangan mekanik yang digunakan di industri. Peserta tidak hanya mempelajari cara menggambar komponen, tetapi juga memahami hubungan antarbagian melalui proses assembly serta penyusunan gambar kerja sesuai standar manufaktur.

Baca Juga:  Kemenperin: PHK Saat ini, Residu Kebijakan Relaksasi Impor Sebelumnya

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Kabupaten Gresik. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjembatani kebutuhan dunia pendidikan dengan perkembangan teknologi serta tuntutan industri. (Red)

Komentar