Rumah BUMN SIG Rembang Bina 580 UMKM, Catat Transaksi Rp6,9 Miliar dan Serap 2.100 Tenaga Kerja

INVESTORJATIM.COM — PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) terus memperkuat peranannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan melalui program Rumah BUMN (RB) Rembang. Sejak beroperasi pada 2020, program yang dikelola oleh anak usaha SIG, PT Semen Gresik, tersebut telah mendampingi 580 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berkembang dengan nilai transaksi kumulatif mencapai Rp6,9 miliar.

Tak hanya mendorong peningkatan kapasitas usaha, keberadaan Rumah BUMN Rembang juga berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja. Hingga saat ini, program tersebut tercatat telah menyerap lebih dari 2.100 tenaga kerja lokal di Kabupaten Rembang dan sekitarnya.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan bahwa pengembangan UMKM menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam menciptakan nilai bersama (creating shared value) bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi daerah sekaligus pencipta lapangan kerja. Oleh karena itu, SIG berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan agar pelaku usaha dapat meningkatkan daya saing dan memperluas kontribusi ekonomi mereka.

Baca Juga:  Rumah BUMN SIG di Rembang Dampingi 495 UMKM Naik Kelas dan Serap 1.869 Tenaga Kerja

“UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah dan pencipta lapangan kerja. Karena itu, SIG terus menghadirkan program pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan agar UMKM dapat tumbuh lebih kompetitif dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Vita dalam keterangan resminya.

Sebagai inkubator bisnis berbasis desa, Rumah BUMN Rembang menyediakan berbagai program pendampingan yang terintegrasi. Hingga 2025, tercatat sebanyak 203 program pelatihan telah diselenggarakan, mulai dari peningkatan kualitas produk, standardisasi usaha, digitalisasi, penguatan merek, hingga strategi pemasaran.

Pendampingan tersebut bertujuan membantu UMKM menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif sekaligus membuka peluang ekspansi ke pasar yang lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional.

Salah satu kisah sukses datang dari Bella Ayu Paramitha, pemilik Batik Sekar Mulyo asal Rembang. Melalui berbagai program pembinaan yang diberikan Rumah BUMN Rembang, usahanya kini mampu mencatat omzet sekitar Rp100 juta per bulan. Selain itu, bisnis yang dijalankannya turut membuka peluang kerja bagi puluhan tenaga kerja tetap dan ratusan pekerja lepas dari berbagai desa di Kabupaten Rembang.

Baca Juga:  RUPST 2025 SIG Setuju Penggunaan Laba 2024 Sebagai Dividen Tunai

SIG menegaskan bahwa Rumah BUMN Rembang tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelatihan, tetapi juga menjadi ekosistem bisnis yang menghubungkan pelaku UMKM dengan jejaring kolaborasi, akses pembiayaan, dan pemasaran berbasis digital.

Ke depan, SIG akan terus memperluas dampak program pemberdayaan UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, penguatan daya saing produk lokal, serta pembukaan akses pasar nasional hingga global guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (Saiful)

Komentar