UHW Perbanas Kembangkan Aplikasi Digital Bank Sampah untuk Warga Medokan Ayu

 

Warga Medokan Ayu mulai memanfaatkan teknologi digital dalam aplikasi BSCMU.com untuk menitor langsung omzet penjualan sampah

SURABAYA, INVESTOR JATIM – Upaya pelestarian lingkungan kini memasuki babak baru di Kota Surabaya. Melalui program hibah pengabdian kepada masyarakat dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, tiga dosen Fakultas Teknik dan Desain Universitas Hayam Wuruk (UHW) Perbanas Surabaya menciptakan inovasi sistem digital untuk mendukung pengelolaan Bank Sampah Cinta Medokan Ayu (BSCMU).

Program ini digagas oleh tim yang terdiri dari Hariadi Yutanto, S.Kom., M.Kom., Gaguk Suprianto, S.Pd., M.T., dan Laqma Dica Fitrani, S.Kom., M.MT. Mereka tergerak untuk menghadirkan solusi teknologi setelah melihat proses pencatatan di bank sampah Medokan Ayu yang masih dilakukan secara manual, meski sistem pengelolaannya sudah berjalan dengan baik sejak 2016.

“Kami ingin membantu teman-teman pengelola bank sampah bukan dalam hal pemilahan, karena mereka sudah ahli di bidang itu. Kami hadir untuk mengembangkan sistem digital agar proses administrasi, pencatatan, dan pelaporan menjadi lebih cepat dan transparan,” jelas Hariadi Yutanto saat ditemui di sela kegiatan sosialisasi program, Sabtu (8/11/2025).

Baca Juga:  PLN Nusantara Power Raih Gold Stevie Award Lewat Inovasi Hydrobot

Aplikasi yang dikembangkan bernama BSCMU.com, dirancang sebagai sistem informasi digital yang terintegrasi dengan fitur pencatatan, pelaporan, dan analisis aktivitas nasabah bank sampah. Fitur unggulannya adalah sistem gamifikasi, yaitu peringkat otomatis untuk kelompok yang berhasil mengumpulkan dan mengelola sampah terbanyak.

“Selain pencatatan saldo, sistem ini juga memiliki fitur artificial intelligence (AI). Pengelola bisa berinteraksi langsung, misalnya menanyakan data siapa yang paling banyak mengumpulkan sampah atau berapa total pendapatan bulan ini. Polanya mirip chatbot modern seperti OpenAI,” tambah Hariadi.

Tak hanya itu, sistem ini juga dilengkapi fitur mini e-money yang memungkinkan hasil pengumpulan sampah dikonversi menjadi saldo digital. Saldo tersebut dapat digunakan kembali oleh warga untuk transaksi internal di lingkungan bank sampah. Konsep ini diharapkan dapat mendorong masyarakat agar lebih aktif menabung sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.

Pembina Komunitas Pahlawan Lingkungan Medokan Ayu, Nanang Andi, menyambut baik program tersebut. Ia berharap setiap RW dapat mengirimkan perwakilan untuk mengikuti pelatihan penggunaan aplikasi baru ini. “Kami ingin aplikasi ini benar-benar dimanfaatkan oleh warga, bukan hanya dipelajari. Karena ke depan, sistem digital ini akan menjadi alat penting dalam mengelola bank sampah dengan lebih profesional,” ujarnya.

Baca Juga:  Menkomdigi Tegaskan Pengembangan AI di Indonesia Harus Kreatif dan Bertanggung Jawab

Sementara itu, Ketua LPMK Medokan Ayu, Rudy Judianto, menegaskan pentingnya kolaborasi warga dalam menjaga lingkungan. Ia menilai program dari UHW Perbanas menjadi contoh konkret sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat.

“Di Jakarta, ibu-ibu sudah bisa menciptakan produk dari hasil bank sampah. Saya ingin warga Medokan Ayu juga bisa seperti itu. Jangan hanya fokus pada urusan pribadi, tapi utamakan kepentingan warga dan lingkungan,” tegasnya.

Melalui program ini, UHW Perbanas tidak hanya memperkenalkan teknologi ramah lingkungan, tetapi juga mendorong kesadaran digitalisasi di tingkat masyarakat. Kolaborasi antara akademisi, pemerintah lokal, dan komunitas lingkungan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menciptakan ekosistem pengelolaan sampah yang cerdas, berkelanjutan, dan berdampak ekonomi bagi warga. (Syaiful Arif )

Komentar