Groundbreaking Pabrik Geabh di JIIPE Perkuat Hilirisasi Industri Kimia Jatim

Istimewa

INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa pembangunan pabrik milik PT Geabh Joint Technology di Kawasan Ekonomi Khusus JIIPE menjadi langkah strategis dalam memperkuat hilirisasi industri kimia sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Emil usai menghadiri seremoni groundbreaking pembangunan pabrik tersebut. Menurutnya, investasi ini bukan sekadar seremoni, melainkan tonggak penting dalam membangun rantai industri kimia yang terintegrasi dan bernilai tambah tinggi.

“Groundbreaking ini menjadi penanda penguatan ekosistem industri kimia yang lebih terintegrasi, efisien, dan berdaya saing,” ujar Emil, Rabu, 8/4/2026.

Proyek bertajuk Phase I of the 120,000 TPA Melamine Industrial Chain Project ini memiliki nilai investasi sekitar US$600 juta atau setara Rp5,4 triliun. Pabrik ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal II/2027. Pada tahap awal, kapasitas produksi meliputi 800 ton per hari amonia, 200 ton per hari melamin, serta 1.500 ton per hari urea.

Emil menjelaskan, proyek ini merupakan hasil kolaborasi investasi global dengan komposisi 80% Sichuan Golden Elephant, 10% AICA Asia Pacific, dan 10% Aaronstone Chemtech. Komposisi tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan investor internasional terhadap iklim investasi di Jawa Timur.

Baca Juga:  Jatim Buka Babak Baru Kerja Sama Ekonomi Global Lewat East Java Investment Briefing 2026

Keunggulan proyek ini juga ditopang oleh lokasinya di KEK JIIPE yang terintegrasi dengan kawasan industri dan pelabuhan. Hal ini dinilai mampu memberikan efisiensi logistik sekaligus memperkuat rantai pasok, baik nasional maupun global.

Dari sisi teknologi, pabrik ini mengadopsi proses generasi terbaru yang efisien energi, memenuhi standar keselamatan, serta mendukung prinsip industri hijau. Ke depan, pengembangannya bahkan berpotensi mencakup produksi bahan baterai lithium hingga Sustainable Aviation Fuel (SAF).

“Artinya, investasi ini tidak hanya menjawab kebutuhan industri saat ini, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan industri masa depan,” tuturnya.

Selain memperkuat struktur industri, pembangunan pabrik ini juga diproyeksikan membuka sekitar 1.000 lapangan kerja baru dan menciptakan efek berganda bagi perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Gresik dan sekitarnya.

Lebih lanjut, Emil menyampaikan bahwa kinerja ekonomi Jawa Timur tetap menunjukkan tren positif. Pada 2025, ekonomi Jawa Timur tumbuh sebesar 5,33%, melampaui rata-rata nasional, dengan sektor industri pengolahan sebagai kontributor utama yang menyumbang sekitar 31,64% terhadap PDRB.

Baca Juga:  TPS Perkuat Sinergi Industri, Kunjungan GEABH Buka Peluang Kolaborasi Logistik-Kimia

Sementara itu, realisasi investasi Jawa Timur mencapai Rp145,1 triliun, memperkuat posisi provinsi ini sebagai salah satu tujuan utama investasi di Indonesia.

“Kami akan terus menjadi penjalin sinergi antara pemerintah dan dunia usaha agar investasi dapat berjalan optimal, inklusif, dan berkelanjutan,” tegas Emil.

Dengan masuknya investasi ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis posisinya sebagai pusat industri kimia terintegrasi di Indonesia akan semakin kuat, sekaligus memperluas peran dalam rantai pasok global.(Onny Asmara)

 

Komentar