
INVESTORJATIM.COM – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menghadirkan inovasi beton cepat kering bertajuk SpeedCrete sebagai solusi untuk mempercepat perbaikan jalan sekaligus menekan dampak kemacetan di kawasan perkotaan, khususnya Jabodetabek.
Mengacu pada data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Jabodetabek Urban Transportation Policy Integration (JUTPI) fase II tahun 2019, kerugian ekonomi akibat kemacetan di kawasan Jabodetabek mencapai sekitar Rp100 triliun per tahun. Selain itu, sektor transportasi juga menjadi salah satu penyumbang utama polusi udara di wilayah tersebut.
SIG menilai, selain tingginya mobilitas dan kepadatan kendaraan, proses perbaikan jalan yang masih konvensional turut memperparah kemacetan. Pengerjaan yang dapat memakan waktu hingga satu sampai dua pekan berdampak pada terganggunya arus lalu lintas serta meningkatnya emisi akibat penutupan jalan.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, mengatakan SpeedCrete dirancang sebagai solusi konstruksi berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan tersebut melalui pendekatan berbasis teknologi dan efisiensi.
“SpeedCrete tidak hanya menawarkan kecepatan pengerjaan, tetapi juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi biaya dan keberlanjutan lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen SIG dalam meningkatkan daya saing sektor konstruksi nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (6/5/2026).
Produk ini menggunakan teknologi rapid setting yang memungkinkan beton mencapai kekuatan awal dalam waktu singkat dan siap digunakan hanya dalam beberapa jam setelah aplikasi. SIG menyebutkan, fleksibilitas waktu pengeringan yang berkisar antara 3 hingga 12 jam memungkinkan penyesuaian dengan kebutuhan proyek dan kondisi lalu lintas di berbagai wilayah.
Dengan karakteristik tersebut, perbaikan jalan dapat dilakukan lebih cepat tanpa mengganggu aktivitas masyarakat secara signifikan. Bahkan, proses pengerjaan dapat dilakukan pada malam hari dan jalan sudah dapat kembali digunakan pada pagi hari.
Selain produk, SIG juga menawarkan layanan terintegrasi dalam implementasi SpeedCrete, mulai dari pengaturan lalu lintas, pembongkaran perkerasan lama, pengecoran, hingga pembukaan kembali jalan. Model layanan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi proyek sekaligus meminimalkan potensi kerugian ekonomi akibat kemacetan.
Sejumlah proyek strategis telah memanfaatkan solusi ini, antara lain perbaikan jalur Bus TransJakarta, kawasan Bundaran Patung Pemuda, Terminal Petikemas Koja, serta berbagai ruas jalan tol seperti Tol Jakarta–Merak, Tol Pejagan–Pemalang, hingga Tol Surabaya–Mojokerto.
Implementasi tersebut menunjukkan bahwa SpeedCrete dapat mendukung percepatan pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur tanpa mengorbankan kualitas konstruksi. Di sisi lain, pendekatan ini juga dinilai relevan dalam upaya mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas konstruksi di kawasan padat.
Ke depan, SIG optimistis inovasi produk turunan bernilai tambah seperti SpeedCrete akan semakin memperkuat posisi perseroan sebagai penyedia solusi bahan bangunan terintegrasi. Selain itu, inovasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari transformasi industri konstruksi menuju praktik yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Dengan meningkatnya kebutuhan pembangunan infrastruktur nasional, solusi konstruksi cepat dan adaptif dinilai akan menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran mobilitas serta menekan biaya ekonomi akibat kemacetan di kawasan perkotaan.(Saiful)














Komentar