Categories: HeadlineIndeks

Realisasi Investasi Kota Madiun 2025 Tembus Rp425,8 Miliar

INVESTORJATIM.COM – Daya tarik Kota Madiun bagi para investor masih tergolong tinggi. Sepanjang 2025, realisasi penanaman modal di Kota Pendekar tercatat mencapai Rp425,8 miliar, jauh melampaui target yang ditetapkan pemerintah daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Madiun, Sumarno, mengatakan capaian tersebut menunjukkan iklim investasi yang cukup positif. Dari target investasi sebesar Rp198 miliar, realisasi yang tercapai hingga Desember 2025 mencapai lebih dari dua kali lipat.

“Artinya dari Januari sampai Desember 2025, dari target Rp198 miliar, tercapai Rp425,8 miliar,” ujar Sumarno.

Ia menjelaskan, realisasi investasi tersebut berasal dari 23 sektor usaha. Beberapa sektor tercatat memberikan kontribusi terbesar, di antaranya sektor jasa lainnya sebesar Rp147,6 miliar, perdagangan dan reparasi Rp82,3 miliar, serta industri kendaraan bermotor dan alat transportasi sebesar Rp54,5 miliar.

Menurut Sumarno, tingginya realisasi investasi di Kota Madiun tidak terlepas dari upaya DPMPTSP dalam memberikan kemudahan perizinan kepada pelaku usaha. Pelayanan yang cepat, profesional, dan berorientasi pada kepuasan investor dinilai menjadi faktor pendorong utama.

“Ini merupakan wujud dari pelayanan DPMPTSP Kota Madiun dalam mempermudah perizinan, memberikan pelayanan sepenuh hati, dan profesional,” ujarnya.

Selain faktor pelayanan, Sumarno menilai berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Madiun turut meningkatkan daya tarik daerah tersebut di mata investor. Salah satunya adalah visi pembangunan Kota Madiun yang berorientasi global.

“Saya kira ini merupakan program Pak Wali Kota, bahwa Kota Madiun mendunia, yang mana Kota Madiun sekarang sudah luar biasa,” kata Sumarno.

Ia menambahkan, indikator makro pembangunan juga menjadi pertimbangan investor. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Madiun tercatat mencapai 85,21, sementara pertumbuhan ekonomi berada di angka 6,35 persen.

“Tolak ukur pembangunan pemerintah adalah tingginya nilai IPM serta pertumbuhan ekonomi yang baik. Itu menjadi daya tarik bagi investor,” ucapnya.

Selain itu, pembangunan infrastruktur baik di kawasan perkotaan maupun perkampungan turut menjadi magnet bagi para penanam modal. Sumarno mencontohkan pengembangan kawasan Pahlawan Street Center (PSC) serta hadirnya kampung tematik seperti Kampung Jepang dan Kampung Korea.

“Pembangunan kawasan-kawasan tersebut turut mendukung masuknya investor ke Kota Madiun,” pungkasnya. (ABU)

REDAKSI

Recent Posts

Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya Bidik Pasar Brunch Akhir Pekan, Tawarkan 30 Menu Mulai Rp99.000

INVESTORJATIM.COM — Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya memperkuat strategi bisnis kuliner dengan menghadirkan program weekend…

7 jam ago

Cuaca Panas Mendorong Kebutuhan AC Hemat Energi, Samsung Rilis Neo WindFree Lite

  INVESTORJATIM.COM – Cuaca panas membuat penggunaan pendingin ruangan menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat. Namun,…

8 jam ago

Khofifah Salurkan 120 Rit Air Bersih untuk 98.946 Warga Terdampak Kekeringan di Blitar

INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat penanganan dampak kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih…

10 jam ago

PENS Gandeng Kadin dan Swisscontact Susun Kurikulum Network Engineer Sesuai Kebutuhan Industri

INVESTORJATIM.COM — Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur,…

1 hari ago

PAL Indonesia dan BKI Perkuat Sinergi, Bidik Pengembangan Bisnis Maritim

INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI memperkuat kerja…

2 hari ago

Hari Pelanggan Nasional, Generali Indonesia Perkuat Layanan Digital dan Tatap Muka

INVESTORJATIM.COM – Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026 menjadi momentum bagi PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia…

2 hari ago