INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat penanganan dampak kekeringan dengan menyalurkan bantuan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Blitar.
Penyaluran air bersih dipusatkan di Desa Margomulyo, Dusun Rampalombo, Kecamatan Panggungrejo. Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Bupati Blitar Rijanto dan Kepala Pelaksana BPBD Jatim Gatot Soebroto.
Sebanyak 120 rit air bersih disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak kekeringan di tujuh kecamatan. Bantuan tersebut ditujukan bagi 38.270 kepala keluarga (KK) atau 98.946 jiwa yang tersebar di Kecamatan Bakung, Binangun, Kademangan, Panggungrejo, Sutojayan, Wates, dan Wonotirto.
Khofifah mengatakan Pemprov Jatim melalui BPBD terus melakukan berbagai langkah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap air bersih sebagai kebutuhan dasar.
“Sebetulnya sudah ada 24 kabupaten/kota di Jatim yang sudah menerbitkan surat keputusan kedaruratan pada musim kemarau ini,” kata Khofifah dalam keterangan resminya, Minggu, 6/9/2026.
Selain air bersih, Pemprov Jatim juga menyalurkan 90 unit tandon berkapasitas 1.200 liter dan 250 jeriken berkapasitas 15 liter.
Khusus di Desa Margomulyo, bantuan diberikan kepada 40 KK atau 162 jiwa dengan volume 17.000 liter air. Warga juga menerima tiga unit tandon dan 40 jeriken.
Khofifah menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap masyarakat yang menghadapi musim kemarau ekstrem dan berkepanjangan.
“Kita memberikan substitusi support supply air karena memang kekeringan yang terjadi pada musim kemarau yang cukup ekstrem dan panjang berdampak pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat,” ujarnya.
Selain distribusi air, Pemprov Jatim juga berkoordinasi mengenai kemungkinan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengatasi dampak kekeringan.
Menurut Khofifah, OMC dapat dilakukan ketika terdapat potensi awan yang memungkinkan untuk menghasilkan hujan di wilayah daratan.
Di sisi lain, Khofifah mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar dengan melaksanakan Salat Istisqa untuk memohon turunnya hujan.
Bantuan tersebut disambut warga. Katinem, warga Dusun Rampalombo, mengatakan kekeringan telah berlangsung selama berbulan-bulan. Kondisi itu membuat warga harus membeli air dengan harga Rp80.000-Rp100.000 per tandon.
“Alhamdulillah disambangi dikasih bantuan Ibu Khofifah senang sekali, bantuan air bersihnya untuk masak, mandi dan keperluan lainnya,” kata Katinem.(Onny)
INVESTORJATIM.COM - PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) mendorong perluasan pemanfaatan gas bumi di…
INVESTORJATIM.COM – Menikmati suasana pegunungan tak selalu harus dilakukan dengan berwisata. Aktivitas olahraga ringan juga…
INVESTORJATIM.COM — Grand Whiz Hotel Praxis Surabaya memperkuat strategi bisnis kuliner dengan menghadirkan program weekend…
INVESTORJATIM.COM – Cuaca panas membuat penggunaan pendingin ruangan menjadi kebutuhan bagi sebagian masyarakat. Namun,…
INVESTORJATIM.COM — Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menggandeng Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur,…
INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia dan PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI memperkuat kerja…