Petrokimia Gresik Borong 8 Predikat “5 Stars” di ICC-OSH 2026, Perkuat Komitmen K3L Berkelanjutan

Para gugus inovasi Petrokimia Gresik berfoto bersama usai meraih penghargaan dalam ajang Indonesian Conference & Competition Occupational Safety & Health (ICC-OSH) 2026 di Yogyakarta. (Ist)

INVESTORJATIM.COM — Petrokimia Gresik kembali menorehkan prestasi di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (K3L). Dalam ajang Indonesian Conference & Competition Occupational Safety & Health 2026 atau ICC-OSH 2026 yang digelar di Yogyakarta, Petrokimia Gresik Group berhasil memborong delapan predikat “5 Stars”, penghargaan tertinggi dalam kompetisi tersebut.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan seluruh gugus inovasi yang dikirim perusahaan berhasil meraih penghargaan tertinggi dalam kompetisi tersebut.

“Kami mengirimkan delapan gugus K3L untuk berkompetisi di ajang ICC-OSH 2026, dua di antaranya berasal dari entitas afiliasi perusahaan. Alhamdulillah semuanya berhasil mendapatkan predikat tertinggi. Petrokimia Gresik Group berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip K3L secara disiplin dan inovatif,” ujar Daconi di Gresik belum lama ini..

Adapun enam gugus inovasi dari Petrokimia Gresik yang meraih predikat “5 Stars” yakni Tim Prospace, Phase, Glorious, Concrete, Shield, dan Fly. Sementara dua gugus dari entitas afiliasi perusahaan yang turut memperoleh penghargaan serupa adalah SS Crest dari PT Aneka Jasa Grhadika serta SI Pintar dari Petro Graha Medika.

Baca Juga:  Waspada Modus Penipuan di Medsos, Pupuk Indonesia Tegaskan Penebusan Pupuk Bersubsidi Hanya di Kios Resmi

Kedelapan gugus tersebut berhasil menjadi yang terbaik setelah bersaing dengan lebih dari 50 tim dari 34 perusahaan di seluruh Indonesia.

Menurut Daconi, capaian ini menjadi dorongan bagi seluruh insan perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi dalam penerapan K3L di lingkungan kerja.

Berbagai inovasi yang dipresentasikan dalam kompetisi tersebut berfokus pada penguatan implementasi K3L serta peningkatan keandalan operasional perusahaan. Inovasi yang dikembangkan mencakup optimalisasi proses operasional, penguatan sistem kerja, peningkatan efektivitas pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan berkelanjutan untuk mendukung operasional perusahaan yang unggul dan berdaya saing.

Ia menegaskan, penerapan K3L kini bukan lagi sekadar kewajiban perusahaan, melainkan telah menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

“Penghargaan ini adalah bonus. Tujuan utama kami adalah meningkatkan safety di lingkungan kerja, sehingga memberikan perlindungan bagi tenaga kerja sekaligus menjaga keberlanjutan operasional perusahaan guna mendukung ketahanan pangan nasional,” tandasnya.

Sebagai informasi, ICC-OSH merupakan ajang konferensi dan kompetisi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bergengsi di Indonesia yang mempertemukan profesional, akademisi, dan korporasi untuk berkolaborasi sekaligus memamerkan inovasi di bidang K3. (Onny)

Baca Juga:  Petrokimia Gresik Jalan Sehat Bersama Ribuan Warga Gunungsari dan Babat

Komentar