Pemanfaatan Jargas PGN di Sidoarjo Tinggi, 478 Rumah di Deltasari Sudah Terhubung

INVESTORJATIM.COM – Pemanfaatan jaringan gas bumi (jargas) di Perumahan Deltasari Indah, Sidoarjo, Jawa Timur, menunjukkan tingkat penerimaan yang tinggi dari masyarakat. Dari total 530 rumah di kawasan tersebut, sebanyak 478 rumah atau sekitar 90% telah memanfaatkan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Seiring meningkatnya penggunaan jargas, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperkuat edukasi kepada masyarakat. Edukasi mencakup aspek keamanan penggunaan gas bumi, layanan pelanggan, pencatatan meter hingga prosedur yang harus dilakukan ketika terjadi gangguan.

Kegiatan edukasi tersebut dilakukan PGN kepada warga RW 9 Perumahan Deltasari Indah, bertepatan dengan rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada hari yang sama, edukasi serupa juga digelar di Perumahan Griya Permata Ijen, Mojokerto.

Pjs. Area Head Sidoarjo PGN Sales and Operation Region III (SOR III), Nurdiansyah, mengatakan tingginya pemanfaatan jargas di RW 9 juga diikuti dengan antusiasme masyarakat dalam memperoleh informasi mengenai layanan dan aspek keselamatan.

“Di RW 9 ini warga sudah banyak yang menggunakan gas, lebih banyak daripada RW yang lain di perumahan ini. Kemudian warganya sangat proaktif bertanya,” ujar Nurdiansyah dalam keterangan resminya.

Baca Juga:  PGN SOR III Ajak Warga Karangkiting Gresik Jaga Keamanan Aset Gas Bumi

Dalam kegiatan tersebut, warga berdiskusi langsung dengan PGN mengenai tata cara penggunaan jargas yang aman, penanganan apabila terdapat indikasi gangguan, mekanisme pemasangan bagi calon pelanggan, hingga pencatatan stan meter.

PGN menjelaskan, jargas pelanggan rumah tangga disalurkan dengan tekanan rendah sekitar 0,03 bar sesuai standar jaringan gas. Tekanan tersebut telah diatur berdasarkan standar dan desain teknis untuk mendukung keamanan penggunaan gas bumi di rumah pelanggan.

Selain itu, gas bumi memiliki karakteristik lebih ringan dibandingkan udara sehingga apabila terlepas akan cenderung bergerak ke atas dan terdispersi. Kendati demikian, pelanggan tetap diminta memperhatikan kondisi instalasi dan peralatan gas.

Pelanggan yang mencium bau gas atau menemukan indikasi gangguan juga diimbau segera melakukan langkah pengamanan dan menghubungi kanal layanan resmi PGN.

Dari sisi layanan, PGN turut memberikan pemahaman mengenai pencatatan stan meter. Selain dilakukan secara berkala oleh petugas, pelanggan dapat mencatat stan meter secara mandiri setiap bulan melalui aplikasi PGN Mobile.

Warga yang belum menggunakan jargas juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mendapatkan informasi mengenai mekanisme pemasangan, keamanan, serta pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga maupun usaha.

Baca Juga:  PGN Tambah 200.000 Sambungan Jargas Tahun 2025

Salah seorang warga Deltasari, Bagio, menilai sosialisasi secara langsung membantu masyarakat memahami penggunaan jargas dengan lebih baik.

“Soal keamanan banyak yang tidak paham dan mengerti. Dengan adanya sosialisasi ini bagus sekali. Masyarakat dan warga lebih senang lagi. Kalau paham pasti akan banyak yang tertarik gunakan gas PGN karena lebih murah dan lebih aman,” kata Bagio.

PGN juga menggelar edukasi di Griya Permata Ijen, Mojokerto, yang dikemas bersama Gebyar Seni dan Jalan Sehat dalam rangka perayaan kemerdekaan. Kegiatan tersebut menjadi sarana PGN mendekatkan layanan sekaligus memberikan pemahaman mengenai manfaat dan keamanan jargas.

Nurdiansyah mengatakan edukasi serupa akan terus dilakukan di wilayah layanan lainnya, termasuk Jombang dan sejumlah kawasan di Sidoarjo.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PGN meningkatkan pemahaman pelanggan mengenai keselamatan, penggunaan peralatan, penanganan gangguan, pencatatan meter, serta mekanisme layanan. Dengan edukasi yang berkelanjutan, PGN berharap pemanfaatan jargas dapat semakin optimal sekaligus menjaga keamanan dan keandalan layanan bagi pelanggan.(Onny)

Baca Juga:  Komitmen Terapkan GRC, PGN Diganjar TOP GRC Award 2025

Komentar