Pasar Modal Salurkan Bantuan Korban Gempa Flores, Dorong Perusahaan Kawasan Industri Go Public

Istimewa

INVESTORJATIM.COM — Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia yang terdiri atas PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperkuat kontribusi sosial melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Pasar Modal Peduli Flores.

Program tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia dengan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan disalurkan melalui kerja sama dengan Yayasan Sahabat Pedalaman dan ditujukan kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Sikka, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

Adapun bantuan yang diberikan mencakup sembako, family kit, perlengkapan ibu dan anak, obat-obatan, hingga dukungan konektivitas internet.

Penyerahan dan pelepasan bantuan dilakukan Ketua HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia sekaligus Direktur KSEI Dharma Setyadi kepada Ketua Yayasan Sahabat Pedalaman Wafiq Zuhair. Kegiatan tersebut turut disaksikan Wakil Ketua HUT ke-49 Pasar Modal Indonesia, yakni Direktur BEI Iding Pardi, Direktur KPEI Satya Birawa, dan Direktur KSEI Imelda Sebayang.

Baca Juga:  IHSG Turun 8%, BEI Berlakukan Trading Halt Pagi Ini

Dharma mengatakan program tersebut menjadi bentuk komitmen dan kepedulian industri pasar modal untuk memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Program ini merupakan bentuk nyata komitmen, semangat kebersamaan, dan kepedulian industri pasar modal untuk memberikan manfaat luas serta membantu masyarakat terdampak agar segera bangkit kembali,” ujarnya dalam keterangan resminya.

Selain bantuan untuk masyarakat terdampak gempa di Flores, SRO juga menyiapkan dukungan kemanusiaan bagi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Berbagai program CSR lainnya juga disiapkan di sejumlah daerah sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan pasar modal Indonesia yang diarahkan untuk mendukung pembangunan nasional dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

BEI Dorong Perusahaan Kawasan Industri Go Public

Pada hari yang sama, BEI juga memperkuat perannya dalam memperluas akses pendanaan melalui pasar modal. BEI bersama Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait kerja sama peningkatan pemahaman pasar modal di Indonesia.

Kerja sama yang berlangsung di Main Hall BEI tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pengelola kawasan industri dan perusahaan di dalam kawasan mengenai pemanfaatan pasar modal, termasuk opsi go public sebagai alternatif sumber pendanaan untuk ekspansi usaha.

Baca Juga:  Jumlah Investor Pasar Modal Indonesia Lampaui 16 Juta SID

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan arah kebijakan dari Kementerian Perindustrian serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Agenda kemudian ditutup dengan diskusi panel bertajuk Road to Go Public yang menghadirkan narasumber dari BEI dan PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BEI memperluas basis perusahaan yang memanfaatkan pasar modal sekaligus meningkatkan pemahaman pelaku industri terhadap alternatif pendanaan melalui pasar modal.(Onny)

Komentar