Ditunggu 3 Tahun, Akhirnya Bogasari Mengajar Sampai ke Boyolali

SMK Muhammadiyah 4 boyolali mendapat pelatihan langsung dari Bogasari. (foto/Bogasari)

INVESTORJATIM.COM – Setelah tiga kali datang jauh-jauh ke pabrik Bogasari di Jakarta Utara, siswa SMK Muhammadiyah 4 Boyolali akhirnya kebagian giliran diajar langsung di sekolahnya.

Selama dua hari, Senin-Selasa (2-3/11/2026), baker Bogasari Baking Center (BBC) Semarang, Imam Nurmansyah, melatih 50 siswa dan guru jurusan kuliner membuat 4 produk: Choux Paste, Swiss Roll, Pisang Bolen Bandung, dan Soft Cookies Monster.

Ini adalah program CSR Pendidikan “Bogasari Mengajar” yang sudah berjalan lebih dari 25 tahun.

Kepala SMK Muhammadiyah 4 Boyolali, Suprap, mengaku bangga karena sekolahnya menjadi yang pertama di Jawa Tengah mendapat program ini.

“Kami rutin tiap tahun sejak 2023 berkunjung ke Bogasari Jakarta. Akhirnya sekarang bisa diajar langsung. Ilmunya sangat berharga,” ujarnya.

Tak hanya praktik, siswa juga dibekali teori soal gandum hingga prosesnya menjadi tepung terigu.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Industri, Shirot Amin, berharap kerja sama tak berhenti di sini. Ia ingin ada program magang siswa dan guru di Bogasari maupun di UKM mitra Bogasari.

Baca Juga:  Hotel Bintang Tiga Kian Kompetitif, @HOM Simpang Lima Semarang Andalkan Lokasi Strategis dan Layanan untuk Jaga Daya Saing

Apalagi sekolahnya sudah dua tahun terakhir memproduksi kue kering saat Ramadan yang melibatkan ratusan siswa.

“Lewat produksi ini siswa belajar pengolahan sekaligus pemasaran. Semoga lewat magang, ilmu dan produk kami makin berkembang,” kata Shirot.

Antusiasme siswa pun tinggi. Mereka mengaku mendapat banyak tips baru yang belum pernah didapat di kelas.

“Cara ngajarnya menarik dan mudah dipahami. Senang sekali, seru dan menyenangkan,” kata Askia Qiraina Setyani Putri, siswa kelas XI Kuliner.

Manajer Pemasaran Bogasari Jateng-DIY, Edward Sopaheluwakan, berharap pelatihan ini bisa menumbuhkan jiwa wirausaha siswa.

“Semoga setelah lulus mereka tidak hanya siap jadi pekerja, tapi juga siap jadi pelaku usaha. Bogasari tidak hanya tumbuh di industri, tapi juga tumbuh bersama pendidikan,” ucap Edo.

Edo menambahkan, Bogasari kini mengaktifkan kembali BBC Semarang yang sempat tutup karena Covid-19. Kelas pelatihan yang dibuka sejak 9 September 2026 lalu berkapasitas 20 orang dan terbuka untuk umum, mulai dari UKM, ibu rumah tangga, hingga pelajar. (onny)

Komentar