Bikin Kapal Perang Berenergi Bersih, PT PAL Gandeng BRIN Riset Penggerak KRI Sriwijaya-100

Direktur Produksi PT PAL, Diana Rosa (tengah).

INVESTORJATIM.COM – Ambisi kemandirian teknologi maritim nasional naik level. PT PAL Indonesia (Persero) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengubah hasil riset di laboratorium menjadi teknologi kapal perang yang aplikatif, salah satunya sistem pendorong berbasis energi bersih untuk KRI Sriwijaya-100.

Kerja sama tersebut dikukuhkan lewat penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Riset dan Pemanfaatan Hasil Riset dan Inovasi di Bidang Industri Maritim Indonesia. Penandatanganan dilakukan Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, E. Hendrian, dan Direktur Produksi PT PAL Indonesia Diana Rosa di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Direktur Produksi PT PAL, Diana Rosa, menegaskan riset tidak boleh berhenti di atas kertas.

“Bagi kami, hasil riset harus diterjemahkan menjadi teknologi yang aplikatif dan menjawab kebutuhan industri. Karena itu, pengembangan sistem pendorong KRI Sriwijaya-100 menjadi salah satu langkah untuk mempertemukan kemampuan riset dengan pengalaman industri,” ujar Diana.

Ia menambahkan, kerja sama ini diharapkan menghasilkan teknologi bernilai strategis bagi kemandirian industri maritim Indonesia.

Baca Juga:  Dubes Denmark Kagumi Kemajuan PT PAL, Sebut Simbol Teknologi Maritim Indonesia

Ruang lingkup kolaborasi kali ini diperluas, tidak hanya maritim, tetapi juga mencakup energi dan industri proses. Hal ini membuka peluang kerja sama lintas bidang yang relevan dengan kebutuhan teknologi kapal dan industri pendukungnya.

Salah satu fokus utama adalah menjajaki pengembangan teknologi propulsi dan energi yang lebih maju melalui riset sistem pendorong ramah lingkungan untuk KRI Sriwijaya-100. Proyek ini mempertemukan kapasitas riset nasional BRIN dengan pengalaman PT PAL dalam pembangunan dan pengembangan kapal.

Bagi PT PAL, kolaborasi ini menjadi landasan penting untuk memperkuat kemampuan desain, rekayasa, dan integrasi teknologi di dalam negeri. Sinergi antara lembaga riset dan industri diharapkan dapat mempercepat hilirisasi hasil penelitian agar sesuai kebutuhan operasional TNI AL sekaligus meningkatkan kompetensi SDM.

Melalui kerja sama berkelanjutan ini, PT PAL dan BRIN berharap dapat memperkuat kemampuan nasional dalam mengembangkan teknologi strategis dan mendukung kemandirian industri maritim Indonesia. (onny)

Komentar