
INVESTORJATIM.COM – PT PAL Indonesia menegaskan perannya sebagai penggerak koridor maritim nasional. Penguatan ekosistem industri maritim dinilai kunci agar sektor ini memberi dampak berganda bagi ekonomi Indonesia.
Direktur Produksi PT PAL, Diana Rosa, mengatakan langkah awal adalah konsolidasi industri perkapalan untuk memperbesar kapasitas produksi, mengoptimalkan aset, dan memperkuat rantai pasok dalam negeri.
“Galangan kapal itu seperti kota terapung. Dalam satu kapal terdapat begitu banyak kebutuhan industri, mulai dari material, komponen, elektronika, engineering, logistik, hingga tenaga kerja. Artinya, ketika industri kapal tumbuh, manfaat ekonominya juga ikut bergerak ke banyak sektor,” ujar Rosa dalam Danantara’s Maritime Industry Dialogue di Wisma Danantara, Jakarta, Rabu (8/10/2026).
Forum yang digelar BPI Danantara selama dua hari ini merupakan rangkaian pre-event menuju acara puncak akhir Oktober 2026. PT PAL hadir untuk memperkuat dialog lintas sektor dalam mendorong pengembangan koridor maritim.
Rosa menyebut prospek kebutuhan maritim nasional menjadi landasan optimisme industri kapal ke depan. Saat ini, sekitar 47 persen komponen produksi PT PAL sudah berasal dari perusahaan dalam negeri.
Capaian itu menjadi pijakan untuk memperluas keterlibatan pemasok domestik agar semakin kompetitif.
“Kita tidak bisa membangun industri maritim hanya dengan kekuatan satu perusahaan. Seluruh komponen ekosistem harus tumbuh bersama agar kebutuhan nasional bisa dipenuhi di dalam negeri dan nilai tambahnya kembali ke ekonomi Indonesia,” katanya.
Melalui konsolidasi kapasitas dan kolaborasi lintas sektor, PT PAL mendorong industri maritim nasional yang lebih terintegrasi, mandiri, dan kompetitif sebagai National Consolidator industri maritim. (onny)








Komentar