Categories: IndeksMarket

BEI Patok Nilai Transaksi Harian Rp14,5 Triliun dan Tambah 2 Juta Investor Baru di 2026

JAKARTA, INVESTOR JATIM — Bursa Efek Indonesia (BEI) menetapkan target rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp14,5 triliun pada 2026, dengan jumlah hari bursa sebanyak 239 hari. Di tahun yang sama, otoritas bursa juga membidik penambahan dua juta investor baru di pasar modal.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menjelaskan bahwa target tersebut disusun lebih konservatif dibandingkan capaian RNTH per 24 Oktober 2025 yang mencapai Rp16,5 triliun. Kenaikan signifikan dalam tiga bulan terakhir dinilai perlu dijaga keberlanjutannya.

“Perlu sustainability. RNTH tahun ini meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar Rp13,25 triliun,” ujarnya, Kamis (30/10/2025).

Lebih lanjut, BEI menargetkan total 555 pencatatan efek baru sepanjang 2026. Angka tersebut mencakup saham, obligasi, serta instrumen lain seperti Exchange-Traded Fund (ETF), Dana Investasi Real Estate (DIRE), Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA), Efek Beragun Aset (EBA), dan waran terstruktur.

Iman menambahkan, seluruh target tersebut tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026, yang disusun dengan mempertimbangkan berbagai asumsi makroekonomi.

“Asumsinya meliputi tren suku bunga global, kebijakan ekonomi pemerintahan baru, serta potensi pertumbuhan jumlah perusahaan tercatat dan investor pasar modal,” jelasnya.

RKAT 2026 menjadi bagian dari fase pertama Master Plan BEI 2026–2030, yang fokus pada peningkatan kesesuaian produk dengan kebutuhan pasar dan perluasan akses investasi bagi masyarakat.

Iman menegaskan, BEI akan berfokus pada sejumlah program strategis seperti peningkatan likuiditas perdagangan, penguatan perlindungan investor, pengembangan layanan data berbasis kebutuhan pelanggan, serta modernisasi teknologi bursa.

Selain itu, BEI juga akan melanjutkan program rutin berupa pengembangan pasar bagi perusahaan tercatat dan calon emiten, anggota bursa, hingga edukasi untuk mendorong partisipasi investor ritel.

“Upaya pengembangan pasar dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan kegiatan edukasi bersama,” pungkasnya. (Onny Asmara)

REDAKSI

Recent Posts

BEI Sosialisasikan POJK 13/2026, Bahas Aturan Pemegang Saham Bursa

INVESTORJATIM.COM — Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyosialisasikan Peraturan OJK (POJK)…

4 jam ago

OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Fokus Perkuat Daya Saing dan Intermediasi

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026-2030…

6 jam ago

Cemara yang Dimakan Kambing, Awal Perjalanan Syahril Merawat Pesisir Labuhan

INVESTORJATIM.COM – Pohon-pohon cemara yang kini menghijau di kawasan pesisir Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten…

10 jam ago

Dari Pantai Penuh Sampah, Tlangoh Kini Jadi Sumber Penghidupan Warga

INVESTORJATIM.COM – Dulu, Pantai Pasir Putih Tlangoh bukan tempat yang ingin didatangi orang. Sampah berserakan…

10 jam ago

Warisan yang Tak Instan: Kisah Panjang Batik Gentongan Tanjung Bumi Bangkalan

INVESTORJATIM.COM – Ada sesuatu yang tidak terlihat ketika selembar batik gentongan Tanjung Bumi dibentangkan. Di…

1 hari ago

Kapal Rumah Sakit PT PAL Selamatkan 11 Warga Papua Nugini di Pasifik

INVESTORJATIM.COM – Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) buatan PT PAL Indonesia, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991,…

1 hari ago