Categories: Indeks

Cemara yang Dimakan Kambing, Awal Perjalanan Syahril Merawat Pesisir Labuhan

Mohammad Syahril (kanan) bersama petugas dari PHE WMO sedang bibit mangrove yang baru ditanam dipesisir Labuhan.

INVESTORJATIM.COM – Pohon-pohon cemara yang kini menghijau di kawasan pesisir Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura, menyimpan cerita tentang perjuangan panjang masyarakat merawat lingkungannya.

Saat pertama kali ditanam, tidak semua cemara berhasil tumbuh. Sebagian bahkan pernah dimakan kambing milik warga.

“Awalnya memang pernah dimakan kambing,” kata Mohammad Syahril mengenang masa awal perintisan kawasan tersebut.

Bagi Syahril Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Payung Kuning, persoalannya bukan sekadar tanaman yang rusak. Cemara-cemara muda itu merupakan bagian dari upaya menghijaukan sekaligus menjaga kawasan pesisir.

Syahril kemudian mengajak warga yang memiliki ternak untuk bermusyawarah. Mereka sepakat menjaga tanaman yang baru ditanam, terutama pada masa awal pertumbuhannya.

“Selama kita tanam hampir satu tahun, jangan dibiarkan,” ujarnya.

Ancaman terhadap cemara bukan hanya datang dari kambing. Musim kemarau dan serangan ulat juga menjadi tantangan. Namun, dengan perawatan dan perlindungan tanaman, perlahan cemara mulai tumbuh.

Taman wisata laut Labuhan, Bangkalan Madura.

Dari persoalan sederhana itu, keterlibatan masyarakat mulai terbentuk. Warga tidak hanya diajak menanam, tetapi juga ikut menjaga tanaman dan lingkungan di sekitarnya.

Perjalanan tersebut dimulai pada 2014 ketika Syahril bersama masyarakat Desa Labuhan mengembangkan kawasan pesisir dengan pendampingan Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO). Sejak awal, mereka membawa tiga konsep utama, yakni konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Konservasi menjadi langkah pertama. Kerusakan kawasan pesisir diperbaiki melalui penanaman dan penyemaian mangrove yang kemudian dikembangkan melalui program Taman Pendidikan Mangrove.

Upaya konservasi selanjutnya bergerak ke laut melalui transplantasi terumbu karang. PHE WMO mengembangkan kubah beton berongga sebagai media tumbuh karang sekaligus habitat bagi ikan dan biota laut.

Kubah tersebut dirancang memiliki lubang-lubang yang memungkinkan ikan dan biota laut keluar masuk. Modul kubah beton berongga itu menjadi salah satu inovasi konservasi terumbu karang yang dikembangkan PHE WMO dan telah memperoleh hak cipta.

Hasilnya mulai terlihat. Puluhan kubah yang ditanami ratusan fragmen karang tumbuh dengan baik. Transplantasi dilakukan menggunakan beberapa jenis karang, termasuk Acropora, Porites dan Sinularia.

Kehadiran terumbu karang baru juga membuat kehidupan bawah laut semakin beragam. Jika pada 2017 tercatat sekitar delapan spesies fauna akuatik yang berasosiasi dengan terumbu karang, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 40 spesies pada 2024.

Keberhasilan tersebut kemudian mendorong Pemerintah Desa Labuhan untuk mereplikasi program dengan menanam 130 kubah beton berongga.

Wisata laut Labuhan, sering menjadi rujukan peneliti ekosistem laut.

Manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan. Masyarakat juga melihat abrasi pantai mulai berkurang. Nelayan pun merasakan adanya peningkatan hasil tangkapan ikan di sekitar kawasan konservasi.

Konservasi bahkan merambah kehidupan burung yang berada di kawasan tersebut.

Sebelum kawasan dikelola, burung-burung di sekitar pesisir masih kerap ditangkap untuk dijual. Melalui edukasi dan keterlibatan masyarakat, kebiasaan itu perlahan dihentikan.

“Alhamdulillah, masyarakat sekarang sudah mendukung. Sudah tidak ada lagi yang mengambil burung di sini untuk dijual,” kata Syahril.

Bagi Syahril, menjaga alam tidak cukup dilakukan oleh segelintir orang. Masyarakat harus menjadi bagian dari proses tersebut. Karena itu, kawasan pesisir Labuhan kemudian dikembangkan bukan hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai ruang edukasi.

Sekolah, perguruan tinggi hingga berbagai lembaga kini memanfaatkan kawasan tersebut untuk penelitian, outbound, pelatihan, kegiatan mahasiswa hingga tugas akhir dan skripsi.

Di sisi lain, perkembangan wisata membuka peluang ekonomi bagi warga. Konsep pemberdayaan dijalankan dengan melibatkan masyarakat dalam penyediaan katering, homestay hingga penyewaan sepeda motor.

Rumah warga yang sebelumnya tidak ditempati pun dimanfaatkan sebagai homestay bagi peneliti maupun pengunjung dari luar daerah.

Pengunjung kini datang bukan hanya dari Bangkalan, tetapi juga dari Surabaya, Yogyakarta dan sejumlah daerah lain untuk melakukan penelitian maupun kegiatan edukasi.

Perjalanan yang dimulai dari menanam cemara itu akhirnya berkembang jauh lebih besar. Pohon yang dulu harus dijaga dari kambing kini menjadi bagian dari lanskap pesisir. Di sekelilingnya, tumbuh mangrove, terumbu karang dan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Bagi Syahril, itulah inti perjalanan panjang tersebut: menjaga alam sekaligus memastikan masyarakat yang hidup di sekitarnya ikut mendapatkan manfaat.

“Konsep kami dari dulu tiga, yaitu konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Alhamdulillah sampai sekarang terus berlanjut dan semakin banyak yang datang,” ujarnya. (onny)

REDAKSI

Recent Posts

Dari Pantai Penuh Sampah, Tlangoh Kini Jadi Sumber Penghidupan Warga

INVESTORJATIM.COM – Dulu, Pantai Pasir Putih Tlangoh bukan tempat yang ingin didatangi orang. Sampah berserakan…

1 jam ago

Warisan yang Tak Instan: Kisah Panjang Batik Gentongan Tanjung Bumi Bangkalan

INVESTORJATIM.COM – Ada sesuatu yang tidak terlihat ketika selembar batik gentongan Tanjung Bumi dibentangkan. Di…

18 jam ago

Kapal Rumah Sakit PT PAL Selamatkan 11 Warga Papua Nugini di Pasifik

INVESTORJATIM.COM – Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) buatan PT PAL Indonesia, KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991,…

23 jam ago

Dari Lahan Gersang, Petani Bandangdajah Bangkit Lewat Pertanian Regeneratif

INVESTORJATIM.COM – Tanah di Desa Bandangdajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan, bukanlah tanah yang mudah…

1 hari ago

DPS Konferensi PWI Jatim XVI Ditetapkan, 362 Anggota Berhak Memilih

INVESTORJATIM.COM — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur tengah mempersiapkan pelaksanaan Konferensi PWI Jatim XVI…

1 hari ago

Diperpanjang, Vikram Sinha Lanjut Pimpin Indosat, Kebut Transformasi Jadi AI TechCo

INVESTORJATIM.COM – RUPS Luar Biasa PT Indosat Tbk (IDX: ISAT) resmi memperpanjang masa jabatan President…

1 hari ago