Categories: FinanceIndeksMarket

Bisnis Ritel Kinclong, Laba Pakuwon Jati (PWON) Tumbuh 21% di Kuartal III/2025

Istimewa

JAKARTA, INVESTOR JATIM – Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp5,12 triliun sepanjang Januari–September 2025, naik 7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp4,79 triliun.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Pakuwon Jati, Minarto Basuki, mengatakan kenaikan tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan berulang (recurring revenue) yang mencapai Rp4,1 triliun, naik 8% dibandingkan Rp3,81 triliun pada tahun sebelumnya.

“Kinerja ini terutama didorong oleh segmen pusat perbelanjaan ritel yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,92 triliun, naik 15% dari Rp2,54 triliun tahun lalu,” ujar Minarto dalam keterangan resminya, Rabu (29/10/2025).

Adapun pendapatan sewa perkantoran tercatat sebesar Rp211 miliar, turun dari Rp275 miliar pada periode yang sama 2024. Sementara pendapatan dari bisnis perhotelan relatif stabil di Rp966 miliar, sedikit di bawah Rp987 miliar pada tahun sebelumnya.

Dari sisi pendapatan pengembangan (development revenue), PWON mencatat pertumbuhan 4%, terutama berkat serah terima dua menara kondominium di Bekasi.

Berdasarkan kontribusi segmen, sewa ritel menyumbang 57% dari total pendapatan, diikuti hotel dan serviced apartment 19%, sewa perkantoran 4%, penjualan kondominium 13%, penjualan rumah tapak 6%, dan penjualan perkantoran 1%.

Dari sisi profitabilitas, laba kotor tercatat naik 4% menjadi Rp2,84 triliun dari Rp2,72 triliun, sementara EBITDA tumbuh 5% menjadi Rp2,74 triliun dari Rp2,62 triliun. Laba bersih yang disesuaikan melonjak 21% menjadi Rp2,28 triliun dibandingkan Rp1,88 triliun tahun lalu.

“Peningkatan ini mencerminkan kekuatan strategi pengembangan properti terpadu dan portofolio pendapatan berulang yang solid,” tambah Minarto.

Sepanjang 9 bulan 2025, Pakuwon juga mencatat marketing sales sebesar Rp903 miliar, terutama dari penjualan unit apartemen di Pakuwon Residences Bekasi, Pakuwon Mall Surabaya, Eastcoast Mansion Surabaya, dan Tunjungan City, serta penjualan rumah tapak di Grand Pakuwon dan Pakuwon City township.

Komposisi penjualan terdiri dari rumah tapak 41% dan kondominium serta perkantoran 59%, dengan sekitar 73% total penjualan berasal dari program Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang berlaku sejak kuartal IV/2023.

Adapun hingga September 2025, perusahaan telah menggelontorkan belanja modal (capex) sebesar Rp769 miliar, yang digunakan untuk membiayai proyek konstruksi Superblok Pakuwon Mall Bekasi dan Pakuwon City Mall Surabaya tahap 3. (Onny Asmara)

REDAKSI

Recent Posts

Percepatan Swasembada Gula Digenjot, Pemerintah Targetkan Peremajaan 100.000 Hektare Tebu per Tahun

INVESTORJATIM.COM - Pemerintah mempercepat upaya mewujudkan swasembada gula nasional melalui program peremajaan tanaman tebu secara…

8 jam ago

Hari Anak Nasional: Generali Tanamkan Literasi Keuangan dan Kepedulian Lingkungan Sejak Dini

INVESTORJATIM.COM — Isu perubahan iklim dan rendahnya literasi keuangan menjadi dua tantangan yang akan dihadapi…

11 jam ago

PLN Nusantara Power Percepat Ekosistem Hidrogen Hijau, Pamerkan Inovasi Energi Masa Depan di GHES 2026

INVESTORJATIM.COM — Pengembangan hidrogen hijau di Indonesia memasuki fase yang semakin konkret. Di tengah upaya…

13 jam ago

Nestlé Indonesia Resmikan Closed Barn di Pasuruan, Wamenko Pangan Optimistis Produktivitas Susu Nasional Meningkat

INVESTORJATIM.COM — Pemerintah mendorong penerapan teknologi closed barn atau kandang tertutup sebagai salah satu solusi…

20 jam ago

Sentra IKM Logam Gresik Resmi Beroperasi, Perkuat Daya Saing Industri Kecil dan Siapkan SDM Vokasi

INVESTORJATIM.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik resmi mengoperasikan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Logam…

22 jam ago

OJK Fokus Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah 2026, Siapkan Tiga Strategi Utama

INVESTORJATIM.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan tiga strategi utama untuk memperkuat literasi dan inklusi…

1 hari ago