
INVESTORJATIM.COM — Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meminta penguatan pengawasan distribusi energi bersubsidi seiring meningkatnya tantangan menjaga ketepatan sasaran penerima di tengah dinamika harga energi.
Hal itu disampaikan Emil saat membuka Musyawarah Cabang (Muscab) XI Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Surabaya di Shangri-La Hotel Surabaya.
Emil mengatakan Hiswana Migas memiliki posisi strategis dalam rantai pasok energi karena anggotanya berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Kelancaran distribusi energi menjadi faktor penting bagi aktivitas rumah tangga, transportasi, logistik, hingga dunia usaha.
“Banyak yang menganggap pasokan energi yang lancar sebagai sesuatu yang wajar. Padahal, tata kelola logistik dan rantai pasok energi di lapangan merupakan proses yang sangat kompleks dan penuh tantangan,” ujar Emil dikutip dalam rilisnya, Selasa, 15/9/2026.
Menurutnya, stabilitas sektor energi juga berkontribusi terhadap perekonomian Jawa Timur. Pada Semester I/2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,84% secara kumulatif. Sementara itu, lapangan usaha Pengadaan Listrik dan Gas pada kuartal II/2026 tumbuh 16,86% secara tahunan.
Emil menuturkan tantangan pemerintah, Pertamina, dan Hiswana Migas tidak hanya memastikan ketersediaan energi, tetapi juga menjaga agar penyaluran energi bersubsidi tepat sasaran.
Dia menilai perbedaan harga yang cukup lebar antara produk komersial dan energi bersubsidi dapat mendorong kelompok yang tidak berhak untuk beralih menggunakan produk subsidi. Kondisi tersebut membutuhkan pengawasan lebih ketat di tingkat penyalur.
Emil juga menekankan pentingnya menjaga efektivitas anggaran subsidi agar tidak memberikan tekanan berlebihan terhadap ruang fiskal negara. Menurutnya, pengelolaan fiskal yang terukur diperlukan agar pemerintah tetap memiliki kapasitas membiayai sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Karena itu, Pemprov Jatim mendorong penguatan sistem pengendalian dan pembatasan pembelian melalui program Subsidi Tepat. Masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku UMKM juga didorong mendaftarkan diri secara resmi sebagai penerima energi bersubsidi.
“Reaktualisasi peran Hiswana Migas dalam tema hari ini artinya akan diidentifikasi melalui Muscab ini masukan dan saran agar kedua pihak bisa bekerja sama lebih baik lagi,” kata Emil.
Dia berharap Muscab XI DPC Hiswana Migas Surabaya menghasilkan rekomendasi konstruktif untuk memperkuat kolaborasi pemerintah daerah, Pertamina, dan Hiswana Migas dalam menjaga distribusi energi bersubsidi maupun nonsubsidi.
Pembukaan Muscab dihadiri jajaran DPP Hiswana Migas, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Dinas ESDM Jatim, serta peserta musyawarah.(Onny)








Komentar