Bank Jatim Cetak Laba Rp1,2 Triliun hingga Kuartal II 2026, Naik 53,4 Persen

INVESTORJATIM.COM — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatat pertumbuhan kinerja konsolidasi yang solid hingga kuartal II/2026 di tengah tantangan ekonomi global dan nasional.

Dalam Public Expose Bank Jatim 2026 yang digelar secara daring, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan perseroan terus memperkuat fundamental bisnis melalui penguatan tata kelola, manajemen risiko, digitalisasi, pengembangan sumber daya manusia, serta sinergi dalam Kelompok Usaha Bank (KUB).

“Transformasi Bank Jatim terus diarahkan untuk membangun organisasi yang semakin adaptif, sehat, dan berorientasi pada pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Winardi dikutip dalam rilisnya, Kamis, 10/9/2026.

Direktur Keuangan & Tresuri Bank Jatim Wahyukusumo Wisnubroto menyampaikan hingga kuartal II/2026, total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp162 triliun atau tumbuh 37,16% secara tahunan (yoy).

Pertumbuhan aset terutama ditopang penyaluran kredit yang mencapai Rp111 triliun, meningkat 41,68% yoy. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi mencapai Rp120 triliun, tumbuh 31,47% yoy.

Kinerja tersebut turut mendorong pendapatan bunga bersih menjadi sekitar Rp4,6 triliun atau meningkat 39,5% yoy. Adapun laba bersih konsolidasi mencapai sekitar Rp1,2 triliun, tumbuh 53,4% yoy.

Baca Juga:  Pertama di Indonesia, Bank Jatim Pecahkan Rekor MURI 2.312 Debitur Tanda Tangan Akad Massal Kredit Konsumer

“Pertumbuhan kinerja konsolidasi ini merupakan salah satu hasil implementasi aksi korporasi serta penguatan sinergi Bank Jatim bersama anggota KUB,” kata Wahyukusumo.

Bank Jatim juga memperkuat sinergi KUB melalui bisnis remittance, Trading Processing Agent, layanan safekeeping custodian, penyediaan bank notes, joint services e-channel dan sistem pembayaran, hingga pembiayaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sementara secara bank only, hingga Juli 2026 total aset Bank Jatim mencapai Rp98 triliun. Kredit tercatat Rp66,4 triliun, sedangkan DPK sebesar Rp72,9 triliun. Perseroan membukukan laba bersih Rp802 miliar atau tumbuh 1,76% yoy.

Di tengah kontraksi DPK yang antara lain dipengaruhi berkurangnya Transfer ke Daerah (TKD), Bank Jatim memperkuat sumber dana murah melalui transactional banking, ekspansi JConnect Mobile, program pemasaran, serta pengembangan ekosistem bersama business partner.

Bank Jatim juga memperluas akses layanan melalui Agen Laku Pandai dan penambahan jaringan ATM serta CRM.

Direktur Ritel & Syariah Bank Jatim Tonny Prasetyo mengatakan perseroan tetap selektif dalam menyalurkan kredit dengan mengutamakan kualitas aset. Per Juli 2026, kredit bank only terkontraksi 2,6% yoy menjadi Rp66,4 triliun.

Baca Juga:  Dukung Dunia Pendidikan, Bank Jatim dan Universitas Narotama Tanda Tangani MoU Kerja Sama

“Segmen konsumtif, khususnya kredit berbasis payroll, masih menunjukkan prospek pertumbuhan yang positif,” ujarnya.

Selain mengejar pertumbuhan, Bank Jatim juga memperkuat bisnis berkelanjutan. Pada 2025, penyaluran kredit kepada usaha berwawasan lingkungan mencapai Rp5,40 triliun.

Memasuki semester II/2026, perseroan akan fokus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset melalui optimalisasi likuiditas, peningkatan dana murah, penguatan transaksi digital, ekspansi berbasis ekosistem, serta pengendalian risiko kredit.

Winardi optimistis strategi tersebut dapat membuka sumber pertumbuhan baru sekaligus mendorong kinerja Bank Jatim melampaui target yang telah ditetapkan.(Onny)

Komentar