TPS Siaga Lebaran 1447 H, Perkuat Strategi Sandar dan Mitigasi Lonjakan Kargo

kegiatan-operasional-di-Container Yard CY TPS scaled.

SURABAYA, INVESTORJATIM.COM – Aroma Lebaran tak hanya terasa di pusat perbelanjaan dan jalur mudik, tetapi juga di dermaga. Menjelang Idul Fitri 1447 H, aktivitas logistik diproyeksikan meningkat seiring lonjakan distribusi barang konsumsi dan kebutuhan industri. Dalam konteks ini, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memastikan kesiapan operasional secara menyeluruh agar arus bongkar muat tetap lancar di tengah potensi kenaikan trafik.

PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, mulai dari pengaturan sandar kapal, kesiapan peralatan, penguatan sumber daya manusia (SDM), hingga koordinasi lintas pemangku kepentingan.

TPS menerapkan Berth Allocation Strategy guna mempercepat proses sandar dan bongkar muat kapal. Optimalisasi Integrated Planning and Control (PnC) juga dilakukan sebagai pusat koordinasi operasional. Di sisi peralatan, perusahaan memastikan kesiapan fasilitas bongkar muat, termasuk pengoperasian unit Electric Rubber Tyred Gantry (E-RTG) baru untuk mendukung kelancaran arus receiving dan delivery.

Penguatan internal dilakukan melalui optimalisasi tenaga kerja, sarana dan fasilitas, pengaturan traffic control, serta penegakan standar keselamatan, kesehatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE). Koordinasi intensif juga dibangun bersama Bea Cukai, Karantina, Kepolisian, serta pelaku usaha terkait guna memastikan layanan terminal tetap berjalan tanpa hambatan sepanjang periode puncak.

Baca Juga:  TPS Perkuat “Benteng” Tata Kelola, Siapkan SDM Hadapi Risiko Bisnis yang Kian Kompleks

Senior Vice President Operasi Terminal TPS, Didik Kurniawan, menegaskan kesiapan menyeluruh menjadi kunci menjaga kelancaran operasional selama periode Lebaran. “Kami melakukan penataan jadwal sandar, penguatan peralatan, serta peningkatan koordinasi dengan seluruh pihak. Tujuannya memastikan aktivitas bongkar muat berlangsung tertib, aman, dan tepat waktu meski terjadi peningkatan trafik,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Sebagai bagian dari mitigasi lonjakan aktivitas, TPS menyusun proyeksi Berth Occupancy Ratio (BOR) dan Yard Occupancy Ratio (YOR). Perusahaan juga menyiapkan pengaturan lapangan penumpukan melalui penggunaan Flexible Block, buffer block, hingga pemanfaatan blok tambahan seperti W1–W4 dan area railway. Pelaksanaan Pemindahan Lokasi Penimbunan (PLP) akan dilakukan bekerja sama dengan Bea Cukai dan depo PLP.

Saat ini, kondisi YOR TPS tercatat masih dalam batas aman dengan rata-rata 50,7%, terdiri atas YOR impor 47,86% dan YOR ekspor 53,61%. Angka tersebut menunjukkan ruang kapasitas yang memadai untuk mengantisipasi kenaikan arus peti kemas selama periode Lebaran.

Melalui langkah-langkah tersebut, TPS menegaskan komitmennya menjaga kelancaran arus logistik nasional dengan layanan terminal yang aman, terukur, dan responsif, khususnya pada momentum Idul Fitri yang menjadi periode krusial bagi distribusi barang di Tanah Air. (Onny)

Baca Juga:  TPS Dorong Literasi Anak Lewat Program Edukatif Interaktif di Terminal Petikemas

Komentar