REI Dorong Pengembang Ubah Tantangan Menjadi Peluang

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto (tengah) Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas (tiga dari kiri) saat pembukaan Rakerda DPD REI Jatim di Surabaya.

INVESTORJATIM.COM – Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto mendorong pengembang untuk melihat tantangan industri properti sebagai peluang.

Hal itu disampaikan Joko saat menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD REI Jawa Timur 2026 di Ballroom Ciputra World Surabaya, Kamis (8/10/2026).

Rakerda yang mengusung tema “Developer Tangguh, Mengubah Tantangan Menjadi Peluang” tersebut diikuti sekitar 430 peserta.

Joko mengatakan, pengusaha properti harus memiliki pola pikir dan mental entrepreneur. Setiap persoalan harus dicari solusinya, bukan hanya dikeluhkan.

“Masalah itu dijawab dengan solusi. Ketika bicara mengenai developer, dibuat sebuah wadah untuk mengedukasi. Itu solusi,” ujar Joko.

Ia mengapresiasi pembentukan REI Jatim Institute yang menjadi wadah peningkatan kemampuan anggota REI.

“Cara membesarkan organisasi melalui kapasitas, dengan meningkatkan kapasitas anggota melalui REI Institute di Jawa Timur,” katanya.

Menurut Joko, pengembang juga perlu melihat kondisi ekonomi dan pasar berdasarkan data. Perlambatan sektor properti dan perubahan daya beli masyarakat harus menjadi perhatian pelaku usaha.

Baca Juga:  REI Jatim Bertemu DPD RI, Curhat Soal Program 3 Juta Rumah

Namun, kondisi tersebut tidak boleh hanya dianggap sebagai hambatan.

“Yang membedakan adalah cara approach kita, pola pikir kita, dan mentalitas kita. Saya melihat apa yang dilakukan Jawa Timur mestinya menginspirasi kita semuanya,” ujarnya.

Joko mengingatkan, industri properti telah beberapa kali menghadapi krisis, mulai dari 1998, 2008 hingga pandemi Covid-19. Karena itu, pengembang harus mampu beradaptasi.

Ia juga meminta Rakerda tidak hanya menjadi kegiatan rutin, tetapi menghasilkan solusi bagi anggota.

“Perilaku kita dalam organisasi bukan semata-mata seremoni, tetapi harus punya arti,” katanya.

Ketua DPD REI Jatim Mochamad Ilyas saat memberikan sambutan.

Sementara itu, Ketua DPD REI Jawa Timur Mochamad Ilyas mengatakan, pihaknya terus memperkuat organisasi melalui penambahan komisariat. Saat ini REI Jatim memiliki 12 komisariat, dari sebelumnya sembilan.

REI Jatim juga menyoroti maraknya bisnis kavling tanah yang belum memiliki izin dan tata kelola yang baik.

Menurut Ilyas, kondisi tersebut dapat menimbulkan masalah, seperti buruknya saluran air dan banjir.

“Di Jawa Timur ini cukup marak pengusaha kavling. Yang pertama tidak ada izin. Kemudian karena tidak ada izin, itu tidak tertata dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga:  Surabaya Jadi Kota Pembuka BCA Expo 2026, Ada Bunga KPR 1,23%

Untuk mengatasi persoalan tersebut, REI Jatim mengembangkan REI Jatim Institute. Selain meningkatkan kemampuan anggota, lembaga ini diharapkan membantu pelaku usaha memahami aturan dan tata kelola properti.

REI Jatim juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih cermat memilih pengembang.

“Harapan kami REI Jatim Institute ini juga bisa mengedukasi masyarakat bagaimana memilih developer yang baik,” kata Ilyas.

Menurut Ilyas, bisnis perumahan tidak hanya mengejar keuntungan. Pengembang harus menjaga kualitas dan kepercayaan konsumen.

“Bisnis perumahan bagi kami adalah bisnis lintas generasi,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Kehormatan DPD REI Jawa Timur Teguh Kinarto mendorong pengembang memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, kerja sama diperlukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan, terutama terkait birokrasi dan perizinan.

“Kalau kita ingin REI Jatim ini lebih maju satu atau dua langkah, kita harus dekat dengan pemerintah,” ujar Teguh.

Ia menegaskan, membangun komunikasi dengan pemerintah bukan berarti mengabaikan aturan. Sebaliknya, komunikasi diperlukan agar proses perizinan dapat berjalan lebih mudah dan cepat.

Baca Juga:  Kinerja Tahan Badai Global, Laba Pakuwon (PWON) Melonjak 29% di Kuartal I-2026

“Bukan berarti mengabaikan prosedur, tetapi prosedurnya bisa dipermudah, dipercepat, dan biayanya lebih terjangkau,” katanya.

Rangkaian Rakerda REI Jatim 2026 juga diisi turnamen padel antar-komisariat dan ditutup dengan gala dinner serta penghargaan Excellence Property Awards. (onny)

Komentar