
INVESTORJATIM.COM – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menegaskan pentingnya pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi sebagai kunci meningkatkan daya saing dan ekspor furnitur nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) HIMKI 2026 yang mempertemukan pengurus pusat dan 18 Dewan Pengurus Daerah (DPD) dari berbagai sentra produksi furnitur dan kerajinan di Indonesia. Forum tersebut membahas langkah strategis untuk mendorong produktivitas, memperkuat daya saing, serta memperluas penetrasi pasar ekspor.
Dalam diskusi, para peserta sepakat bahwa tantangan industri furnitur dan kerajinan tidak lagi dapat diselesaikan secara parsial oleh masing-masing perusahaan. Industri membutuhkan ekosistem yang kuat dan terhubung dari hulu hingga hilir, mencakup ketersediaan bahan baku, teknologi, mesin produksi, sumber daya manusia (SDM), pembiayaan, desain, pemasaran, hingga akses ke pasar internasional.
Sebagai organisasi yang menaungi lebih dari 2.500 anggota dan menyerap jutaan tenaga kerja, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menempatkan diri sebagai penggerak kolaborasi industri nasional melalui sejumlah agenda strategis.
Beberapa fokus utama yang menjadi prioritas organisasi antara lain penguatan basis data dan pemetaan klaster industri nasional, peningkatan produktivitas melalui adopsi teknologi dan modernisasi manufaktur, pengembangan kompetensi SDM, serta diversifikasi pasar ekspor ke kawasan Timur Tengah, India, Afrika, Amerika Latin, dan ASEAN.
Selain itu, HIMKI juga terus memperkuat berbagai platform industri, seperti Indonesia International Furniture Expo (IFEX), IndoWood Expo, showroom luar negeri, serta jaringan pembeli internasional guna memperluas akses pasar bagi pelaku industri dalam negeri.
Dalam Rapimnas tersebut ditegaskan bahwa IndoWood berfungsi sebagai platform penguatan sektor hulu industri, sedangkan IFEX menjadi sarana pemasaran global di sisi hilir. Kedua platform itu dinilai saling melengkapi dalam strategi besar HIMKI membangun rantai nilai industri furnitur dan kerajinan yang lebih kuat.
Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, mengatakan persaingan global saat ini tidak lagi sebatas antarperusahaan maupun antarnegara, melainkan antar ekosistem industri.
“Negara yang mampu menghadirkan ekosistem paling efisien, inovatif, dan kolaboratif akan menjadi pemenang dalam perdagangan dunia. Jika kita ingin ekspor furnitur dan kerajinan Indonesia tumbuh berlipat ganda, maka yang harus dibangun bukan hanya pabrik yang lebih besar, tetapi juga ekosistem yang lebih kuat,” ujarnya di Surabaya (6/6/2026).
Menurut dia, HIMKI berkomitmen menghubungkan seluruh mata rantai industri agar bergerak dalam satu arah untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat produksi furnitur dan kerajinan terkemuka di dunia.
Melalui penguatan kolaborasi lintas sektor dan pembangunan ekosistem yang terintegrasi, HIMKI optimistis industri furnitur dan kerajinan nasional dapat meningkatkan produktivitas, memperluas pasar ekspor, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perekonomian nasional. (Onny)












Komentar