Ramadan Jadi Momentum TPS Perkuat Sinergi dan Tata Kelola Layanan

SURABAYA, INVESTORJATIM.COM – Di tengah perlambatan ritme kerja selama bulan suci Ramadan, aktivitas di pelabuhan justru menuntut presisi dan koordinasi yang semakin solid. Momentum inilah yang dimanfaatkan Terminal Petikemas Surabaya (TPS) untuk mempererat komunikasi dengan para pengguna jasa, khususnya perusahaan pelayaran, melalui forum koordinasi rutin yang kali ini dikemas lebih khusus.

Pertemuan yang digelar pada Rabu (25/2/2026) di Ruang Toba, Gedung Customer Service TPS tersebut menjadi ajang pemaparan evaluasi kinerja operasional terkini sekaligus penyampaian sejumlah agenda strategis perseroan. Fokus utama diskusi mencakup perkembangan program elektrifikasi Rubber Tyred Gantry (RTG), kedatangan alat bongkar muat utama seperti RTG dan Container Crane (CC), hingga rencana relokasi peralatan pasca kedatangan empat unit CC baru.

Manajemen TPS menegaskan bahwa pembaruan informasi terkait program peremajaan alat akan terus disampaikan secara berkala. Langkah ini dinilai penting agar perusahaan pelayaran dapat menyesuaikan perencanaan operasionalnya, sekaligus memastikan proses pelayanan tetap berjalan optimal dan selaras dengan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Baca Juga:  Port Stay Kapal Lebih Cepat, Arus Peti Kemas TPK Kendari Tumbuh 7%

Selain aspek teknis operasional, forum tersebut juga menjadi sarana penguatan tata kelola. TPS kembali mengingatkan prosedur penanganan klaim serta implementasi prinsip good corporate governance dalam setiap rantai layanan, mulai dari penerimaan petikemas, proses penumpukan, pemuatan ke kapal, hingga barang keluar dari area terminal. Mekanisme penyelesaian klaim, menurut manajemen, dirancang transparan dan terukur untuk memberikan kepastian bagi pengguna jasa.

Sejalan dengan komitmen terhadap program Pelindo Bersih, TPS menekankan pembatasan interaksi tatap muka melalui optimalisasi layanan digital. Digitalisasi ini disebut mampu mempercepat proses administrasi, meningkatkan transparansi, dan memudahkan penelusuran dokumen secara real time.

Perusahaan juga membuka berbagai kanal pelaporan resmi bagi pengguna jasa yang menemukan indikasi pelanggaran terhadap prinsip anti korupsi, anti gratifikasi, dan anti pungutan liar. Manajemen memastikan identitas pelapor akan dijaga kerahasiaannya.

Sekretaris Perusahaan TPS, Erika Asih Palupi, menyampaikan bahwa forum pelanggan menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebutuhan operasional dengan rencana pengembangan terminal. Menurutnya, penyampaian informasi mengenai peremajaan alat, penyesuaian operasional, hingga implementasi Pelindo Bersih perlu dilakukan secara terbuka agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama.

Baca Juga:  Semester I-2025, TPS Catat Arus Peti Kemas Internasional Naik 3%

“Dukungan pelanggan selama ini menjadi faktor penting dalam mempercepat program modernisasi peralatan bongkar muat. Dengan kolaborasi yang terjaga, TPS menargetkan peningkatan produktivitas sekaligus penguatan daya saing layanan di tengah dinamika industri logistik dan kepelabuhanan,” tutup Erika.  (Onny)

 

Komentar