Pupuk Indonesia Amankan Pasokan Fosfat dari Aljazair untuk Dukung Swasembada Pangan

Istimewa

ALJAZAIR, INVESTORJATIM – PT Pupuk Indonesia (Persero) menegaskan komitmennya dalam mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional dengan menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pupuk bagi petani. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah mengamankan pasokan bahan baku utama pupuk, khususnya fosfat.

Upaya tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pupuk Indonesia dan Somiphos, perusahaan tambang fosfat milik negara Aljazair. Kesepakatan ini ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi bersama Direktur Utama Somiphos Mokhtar Lekhal di Aljazair, beberapa waktu lalu.

Rahmad Pribadi menjelaskan bahwa rock phosphate merupakan bahan baku krusial dalam industri pupuk yang hanya dapat diperoleh melalui aktivitas pertambangan. Menurutnya, kerja sama ini menjadi langkah penting untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku pupuk bagi kebutuhan dalam negeri.

“Rock phosphate merupakan bahan baku utama industri pupuk. Kerja sama dengan Somiphos ini bertujuan mengamankan suplai bahan baku tersebut demi memenuhi kebutuhan pupuk nasional, sekaligus sebagai bentuk komitmen kami terhadap swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Rahmad dalam keterangannya.

Baca Juga:  Produksi Pupuk Petrokimia Gresik 2024 Lampaui Target

Melalui kerja sama ini, Pupuk Indonesia memperoleh dukungan pasokan rock phosphate hingga 1 juta ton per tahun untuk kebutuhan domestik. Selain itu, kedua pihak juga membuka peluang kerja sama lanjutan dengan sejumlah perusahaan di Aljazair untuk mengembangkan proyek industri pupuk berbasis fosfat yang terintegrasi.

Nota kesepahaman tersebut mencakup pengembangan kemitraan di bidang fosfat, termasuk potensi pasokan fosfat Aljazair kepada Pupuk Indonesia, penjajakan investasi bersama dalam eksploitasi dan pengolahan fosfat, hingga pengembangan produk turunan fosfat bernilai tambah.

“Oleh karena itu, Pupuk Indonesia menyambut baik kerja sama dengan Somiphos dan Sonarem Group. Kemitraan ini diharapkan dapat memastikan keberlanjutan pemenuhan bahan baku pupuk, khususnya fosfat, guna mendukung swasembada pangan nasional,” kata Rahmad.

Penandatanganan MoU ini turut disaksikan oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Sudaryono, Menteri Negara sekaligus Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab, CEO Sonarem Group Reda Belhaj, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Wamentan Sudaryono menyampaikan bahwa kerja sama ini sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk memperkuat rantai pasok bahan baku pupuk dan menekan harga pupuk demi meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini, ketergantungan terhadap impor bahan baku menjadi salah satu faktor yang memengaruhi struktur biaya pupuk nasional.

Baca Juga:  Pupuk Indonesia dan Mitra Regional Bentuk SEAFA, Perkuat Ketahanan Pangan ASEAN

“Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar negara hadir memastikan pupuk tersedia, terjangkau, dan tepat waktu bagi petani. Kerja sama fosfat dengan Aljazair ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat hulu industri pupuk nasional agar biaya produksi bisa ditekan dan harga pupuk menjadi lebih terjangkau,” ujar Sudaryono.

Ia menambahkan, hasil kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi industri pupuk nasional, serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Sementara itu, Menteri Energi dan Pertambangan Aljazair Mohamed Arkab menegaskan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan bagian dari arahan Presiden Aljazair untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan negara sahabat, khususnya di sektor pertambangan strategis seperti fosfat. Sektor ini dinilai memiliki peran penting dalam diversifikasi ekonomi, pengembangan industri pengolahan, serta penciptaan nilai tambah.

Selain kerja sama dengan Somiphos, Pupuk Indonesia juga menjajaki peluang kemitraan dengan Sonatrach, BUMN minyak dan gas Aljazair, guna membangun ekosistem industri pupuk terintegrasi di Aljazair. Dengan dukungan ketersediaan gas berharga kompetitif, proyek ini diharapkan dapat memasok kebutuhan pupuk nasional secara berkelanjutan.(Onny)

Baca Juga:  Petrokimia Gresik Dorong Pemberdayaan UMKM Lokal Lewat PetroNite Fest 2025

Komentar