Program Liquidity Provider BEI Mulai Berbuah, Likuiditas Sejumlah Saham Melonjak hingga 119%

Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik.

INVESTORJATIM.COM – Upaya Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk mengatasi persoalan likuiditas pada sejumlah saham mulai menunjukkan hasil nyata. Program Liquidity Provider (LP) Saham yang baru berjalan beberapa pekan tercatat mampu mendongkrak aktivitas transaksi sejumlah emiten secara signifikan, dengan kenaikan rata-rata nilai transaksi harian mencapai 119,44%. Capaian ini menjadi sinyal positif bagi upaya pendalaman pasar modal nasional di tengah persaingan menarik minat investor dan kebutuhan menciptakan perdagangan yang lebih efisien.

Program LP Saham menjadi salah satu strategi BEI untuk memperkuat kualitas perdagangan sekaligus meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia. Melalui penyediaan kuotasi beli dan jual secara konsisten oleh LP Saham, perdagangan diharapkan menjadi lebih likuid, efisien, dan transparan sehingga memudahkan investor dalam bertransaksi serta mendukung proses pembentukan harga yang lebih optimal.

BEI mencatat respons pelaku industri terhadap program tersebut terus meningkat. Hingga saat ini, terdapat dua Anggota Bursa (AB) yang telah aktif melakukan kuotasi LP Saham, yakni PT Phintraco Sekuritas sejak 20 April 2026 dan PT Mandiri Sekuritas yang mulai bergabung pada 4 Mei 2026.

Baca Juga:  IHSG Turun 8%, BEI Berlakukan Trading Halt Pagi Ini

Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan bertambahnya partisipasi Anggota Bursa menjadi sinyal positif bagi pengembangan program tersebut.

“Penambahan partisipasi AB ini menunjukkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP Saham sekaligus menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di Bursa,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

BEI berharap jumlah Anggota Bursa yang terlibat dalam program LP Saham terus bertambah seiring meningkatnya pemahaman dan pemanfaatan skema tersebut di kalangan pelaku pasar.

Pada tahap awal implementasi, Phintraco Sekuritas melakukan kuotasi terhadap lima saham, yakni PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

Berdasarkan evaluasi BEI, sejumlah saham tersebut mencatat peningkatan rata-rata harian nilai transaksi dalam periode satu minggu sebelum dan sesudah implementasi LP Saham. Persentase kenaikannya berkisar antara 25,98% hingga 119,44%.

“Hasil ini menunjukkan potensi LP Saham dalam meningkatkan aktivitas perdagangan dan likuiditas di pasar,” kata Jeffrey.

Baca Juga:  BEI Perkuat Kepatuhan Perusahaan Tercatat melalui Pemantauan dan Pembinaan Berkelanjutan

Menurut dia, peningkatan likuiditas tersebut turut memberikan dampak positif terhadap kualitas perdagangan di Bursa dan secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.

Sementara itu, Direktur Utama Phintraco Sekuritas, Ferawati, menegaskan partisipasi perseroan dalam program LP Saham merupakan bagian dari komitmen untuk mengambil peran lebih strategis dalam pengembangan dan pendalaman pasar modal nasional.

Menurutnya, perkembangan program sejak awal implementasi menunjukkan arah yang positif dalam memperkuat struktur perdagangan di Bursa. Namun, keberhasilan program ini tetap membutuhkan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan.

“Efektivitas LP Saham membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bursa, Anggota Bursa, perusahaan tercatat, dan asosiasi terkait, khususnya dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fungsi strategis LP Saham dalam mendukung kualitas likuiditas perdagangan,” ujarnya.

Ferawati menjelaskan, Phintraco Sekuritas telah menyiapkan infrastruktur sistem, kesiapan dealing team, serta kerangka manajemen risiko untuk memastikan aktivitas kuotasi berjalan optimal dan berkelanjutan.

Dia menilai aktivitas LP Saham tidak sekadar menyediakan kuotasi beli dan jual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun pasar yang lebih likuid, efisien, dan kredibel.

Baca Juga:  BEI Dukung Wisuda Perdana LSP IKEPAMI, Perkuat SDM Profesional Pasar Modal

Meski demikian, tantangan terbesar dalam pelaksanaan LP Saham adalah menjaga konsistensi kuotasi di tengah dinamika pasar dan volatilitas yang terus berubah. Karena itu, diperlukan disiplin perdagangan, dukungan teknologi, serta pengelolaan risiko yang kuat agar likuiditas yang tercipta tetap sehat dan berkelanjutan.

Ke depan, BEI optimistis program LP Saham dapat menjadi salah satu motor penggerak pendalaman pasar (market deepening). Dengan likuiditas yang semakin baik, efisiensi perdagangan yang meningkat, serta kualitas pasar yang terus berkembang, pasar modal Indonesia diharapkan semakin kompetitif dalam menarik minat investor dan mendukung pertumbuhan ekosistem investasi yang berkelanjutan. (Onny)

Komentar