Prodia Ajak Perempuan Lebih Peduli Kesehatan, Deteksi Dini Kanker Serviks Jadi Prioritas

(Dari kiri ke kanan) Area Head Prodia Central East Java Batara Region, Antonius Erbano S.Si., Apt. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Onkologi, dr. Brahmana Askandar T., Sp.OG., Subsp. Onk., Product Specialist Prodia Nur Ainsyah Oktavia S.Si., M.M. usai jumpa pers di Exchotel Surabaya.

INVESTORJATIM.COM – Prodia mengajak perempuan untuk lebih memprioritaskan kesehatan melalui penerapan gaya hidup sehat dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Edukasi ini disampaikan dalam Seminar Nasional Awam bertajuk She Thrives: A Road to Better Health yang digelar di Surabaya, Sabtu (11/7/2026), sebagai bagian dari rangkaian roadshow edukasi kesehatan Prodia di berbagai kota di Indonesia.

Area Head Prodia Central East Java Batara Region, Antonius Erbano S.Si., Apt., mengatakan perempuan memiliki peran penting, bukan hanya menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga menjadi pilar kesehatan keluarga. Namun, masih banyak perempuan yang menunda pemeriksaan kesehatan karena kesibukan bekerja maupun mengurus keluarga.

“Melalui seminar ini kami ingin mengajak perempuan mulai memprioritaskan kesehatannya. Dengan menerapkan pola hidup sehat dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, berbagai faktor risiko penyakit dapat diketahui lebih dini sehingga penanganannya menjadi lebih optimal,” ujarnya.

Baca Juga:  Generali Indonesia Permudah Pulangkan Pasien Lewat Cara Begini

Menurut Antonius, seminar kesehatan merupakan komitmen Prodia dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat. Tahun ini kegiatan digelar di berbagai kota di Indonesia dan Surabaya menjadi kota penyelenggara keenam. Setiap seminar menghadirkan dokter spesialis dan praktisi kesehatan sesuai tema yang diangkat. Salah satu fokus utama seminar adalah pentingnya pencegahan dan deteksi dini kanker serviks.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Onkologi, dr. Brahmana Askandar T., Sp.OG., Subsp. Onk., menjelaskan kanker serviks masih menjadi kanker terbanyak kedua pada perempuan di Indonesia, padahal termasuk jenis kanker yang paling dapat dicegah.

Ia mengatakan kanker serviks umumnya berkembang tanpa gejala pada tahap awal dan memiliki perjalanan penyakit yang panjang, sehingga peluang untuk mendeteksinya sejak dini sangat besar melalui skrining rutin seperti Pap smear maupun tes HPV DNA.

“Masalahnya bukan karena penyakit ini sulit dideteksi, tetapi masih banyak perempuan yang belum melakukan skrining secara rutin. Padahal deteksi dini dapat mencegah kanker berkembang ke stadium lanjut,” katanya.

Brahmana menambahkan, vaksinasi HPV yang kini telah masuk dalam program imunisasi nasional juga menjadi langkah penting untuk menurunkan angka kejadian kanker serviks dalam jangka panjang.

Baca Juga:  Fit & Fit Fitness Hadir di Surabaya, Tawarkan Konsep Kebugaran Terjangkau Dan Inklusif

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) tahun 2022 yang dipublikasikan pada 2024, kanker payudara masih menjadi kanker dengan kasus tertinggi pada perempuan Indonesia, disusul kanker serviks, kemudian kanker ovarium dan kanker rahim.

“Kanker serviks merupakan the most preventable cancer. Bahkan American Cancer Society menyebut kanker serviks sebagai kanker yang 100 persen dapat dicegah. Namun di Indonesia penyakit ini masih menjadi kanker nomor dua terbanyak pada perempuan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tingginya kasus kanker serviks di Indonesia berbeda dengan negara-negara maju yang telah berhasil menekan angka kejadiannya hingga berada di peringkat 10 atau 12. Kondisi tersebut didukung oleh tingginya cakupan skrining dan vaksinasi HPV.

Menurutnya, kanker serviks memiliki perjalanan penyakit yang panjang, bahkan lebih dari 10 tahun, sehingga peluang untuk mendeteksi secara dini sangat besar. Sayangnya, penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal sehingga banyak perempuan baru mengetahui saat kanker telah memasuki stadium lanjut.

“Masalah utamanya bukan hanya kurangnya kesadaran, tetapi juga masih adanya keengganan untuk menjalani pemeriksaan. Padahal skrining kanker serviks relatif sederhana, bisa melalui Pap smear maupun tes HPV,” katanya.

Baca Juga:  Prodia Ungkap Revolusi Baru Diagnosis Penyakit Usus, Dokter Mulai Tinggalkan Cara Lama

Ia menambahkan, infeksi Human Papillomavirus (HPV) merupakan penyebab utama kanker serviks. Karena itu, tes HPV kini menjadi metode skrining yang semakin direkomendasikan secara global karena mampu mendeteksi keberadaan virus sebelum muncul perubahan sel menjadi kanker.

Sementara itu, Product Specialist Prodia Nur Ainsyah Oktavia S.Si., M.M. mengatakan pemeriksaan laboratorium berperan penting dalam mendeteksi berbagai gangguan kesehatan perempuan sejak dini, termasuk risiko kanker serviks.

Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pemeriksaan HPV DNA terus meningkat seiring semakin gencarnya edukasi. Dibandingkan 2020, jumlah pemeriksaan skrining di Prodia meningkat sekitar 30 persen, meski pemerataannya di berbagai daerah masih menjadi tantangan.

“Masih banyak perempuan yang belum mengetahui kapan harus melakukan skrining maupun pentingnya pemeriksaan secara berkala. Karena itu edukasi harus terus dilakukan agar semakin banyak perempuan melakukan deteksi dini,” ujarnya.

Nur Ainsyah menambahkan, saat ini layanan skrining HPV DNA semakin mudah diakses. Pemeriksaan dapat dilakukan di cabang Prodia dengan bantuan tenaga kesehatan maupun melalui metode pengambilan sampel mandiri sesuai kebutuhan pasien.

Melalui seminar dan layanan Prodia Women’s Health, Prodia berharap semakin banyak perempuan membiasakan diri melakukan skrining kesehatan secara berkala, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta menerapkan gaya hidup sehat sehingga dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas. (Onny)

 

Komentar